Ekbis

KA Kertanegara Resmi Meluncur dari Stasiun Malang

KAI Daop 8 Surabaya resmi membuka jalur keberangkatan KA Kertanegara. (Humas Daop 8)

Malang (beritajatim.com) – KAI Daop 8 Surabaya resmi membuka jalur keberangkatan KA Kertanegara relasi Stasiun Malang – Madiun – Solo Balapan – Yogyakarta – Purwokerto pulang pergi (PP) pada Rabu, 10 Maret 2021. Rangkaian KA Kertanegara terdiri dari 5 kereta Eksekutif dan 3 kereta ekonomi dengan kapasitas tempat duduk sesuai protokol kesehatan 333 penumpang.

KA Kertanegara berangkat dari Stasiun Malang pukul 08.20 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Purwokerto pukul 17.17 WIB. KA Kertanegara menghubungkan beberapa kota yang strategis seperti Kota Malang, Solo, Yogyakarta dimana terdapat banyak destinasi wisata dan universitas, serta Purwokerto terkenal dengan wisata dan pendidikannya.

“Hari ini pemberangkatan perdana KA Kertanegara, ada 106 penumpang yang naik. KA Kertanegara memiliki waktu tempuh 8 jam 46 menit, lebih cepat 4 jam dibanding moda darat lainnya. Tarif yang diberlakukan menggunakan mekanisme tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) dengan rincian harga mulai dari eksekutif Rp300 ribu dan ekonomi Rp170 ribu,” kata Manajer Humas Daop 8 Luqman Arif.

Sesuai SE Kemenhub No 20 Tahun 2021, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum jam keberangkatan.

“Bagi pelaku perjalanan dibawah umur 5 (lima) tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau Genose test sebagai syarat perjalanan,” tutur Luqman.

Luqman mengatakan pemesanan tiket untuk keberangkatan bulan Maret bisa melalui aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan chanel pembelian online lainnya. Guna memudahkan penumpang KA dalam memenuhi persyaratan surat bebas Covid-19, PT KAI Daop 8 Surabaya bekerja sama dengan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya Rajawali Nusindo, serta Universitas Gadjah Mada menyediakan pelayanan Genose C19 tes dengan biaya Rp20.000 di tiga stasiun, yaitu Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang.

Selain itu, KAI Daop 8 juga menyediakan layanan rapid test Antigen dengan biaya Rp105 ribu di lima stasiun, yaitu Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Malang, Stasiun Sidoarjo, dan Stasiun Mojokerto . Jadi pelanggan bisa memilih ingin menggunakan layanan Rapid Test Antigen atau GeNose C19.

“Guna mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. KAI berkomitmen menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat di stasiun maupun selama perjalanan serta mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 pada transportasi kereta api,” tandas Luqman. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar