Ekbis

Jurus Pemuda Produsen Kaus di Kediri Bertahan di Tengah Pandemi

Kediri (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membuat beragam lini kehidupan mengalami kesulitan. Tak hanya menimbulkan problem kesehatan di seluruh dunia, tapi juga perekonomian.

Sudah tidak terhitung perekonomian masyarakat yang jadi berantakan dan mengalami kerugian karena situasi ini. Di tengah lesunya perekonomian bagi pengusaha UMKM, Muhammad Asfiyak Haris Hamida pemuda asal Desa Kayenkidul, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri tetap berusaha untuk bertahan.

Haris justru bertahan sekuat tenaga. Dia ingin membuktikan jika dirinya yang bergerak dalam bidang konveksi dan sablon kaus masih bisa bernafas di tengah krisis ini.

Perjuangannya ini tidak lepas dari usaha konveksi dan sablon kaus menjadi tumpuan hidup 5 oang karyawan. Usaha tersebut sudah dirintis sekitar 10 tahun yang lalu dengan perjuangan super keras.

Wirausahawan muda tersebut menceritakan kisahnya selama pandemi. Dia mengaku beruntung, di saat berbagai sektor usaha di Kabupaten Kediri terganggu. Tetapi usaha miliknya masih dapat berjalan, meski terseok – seok .

“Saat Covid-19 muncul, sempat lesu. Namun, kami mampu bangkit dengan mengambil momentum di tengah pandemi agar usaha ini tidak berhenti dengan beralih memproduksi masker. Pasalnya saat perang terhadap Covid-19, yang digaungkan berbagai pihak yang diaktualisasikan kepada masker,” katanya.

Haris memutuskan berubah haluan dari produsen kaus jadi memproduksi masker kain. Dengan melihat banyaknya stok kain sisa kaus yang menumpuk sehingga dirinya harus berpikir bagaimana kain tersebut bisa segera berubah menjadi uang tunai.

“Saya juga sempat akan di black list oleh suplayer kain karena membatalkan kain yang telah saya pesan. Itu merupakan lika-liku usaha kami ditengah situasi sulit ini,” imbuhnya.

Saat ini strategi berani yang dijalankan adalah dengan mengambil resiko menerima pesananan tanpa uang muka. Selain itu, juga dengan sistem jemput bola yakni, dengan membuat desain kaos yang banyak disukai orang. Selanjutnya dipasarkan melalui daring marketplace dan iklan medsos facebook. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar