Ekbis

Jumlah Penumpang di Stasiun Kediri Anjlok, Tim Gabungan Sigap Terapkan Observasi

Kediri (beritajatim.com) – Rata-rata 50 penumpang/hari naik dan turun di Stasiun Kediri dari hari biasa rata-rata 3000 penumpang/hari. Pemkot Kediri melalui tim gabungan sigap memeriksa setiap penumpang yang turun dan membawa ke Ruang Observasi di Polinema PSDKU Kediri.

“Jumlah penumpang turun drastis. Penumpang hanya dari kota-kota di Jawa Timur, kalau dari luar Jawa Timur hanya dari Stasiun Kiara Condong (Bandung),” kata Efandi Setyo Budi, Kepala Stasiun Kediri, Sabtu (18/4/2020).

Biasanya, Stasiun Kediri melayani kereta dari dan ke Jakarta, Bandung selain kota-kota di Jawa Timur yaitu Surabaya, Malang, Blitar, dan Tulungagung. Kini, hanya KA Dhoho yang melayani tujuan kota-kota di Jawa Timur dan KA Kahuripan yang ke luar Jawa Timur yaitu Bandung.

Aturan ketat diterapkan untuk penumpang yang turun. Petugas gabungan yang terdiri dari Dinkes, Kepolisian, dan Satpol PP akan mengecek satu per satu tujuan penumpang. Untuk penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke luar Kota Kediri, mereka hanya diminta cuci tangan, petugas mencatat data pasien, tes suhu dengan thermo gun, kemudian masuk ruang sterilisasi dan boleh melanjutkan perjalanan.

Sedangkan penumpang yang bertujuan ke Kota Kediri, selain langkah di atas, selanjutnya menuju Ruang Observasi di Polinema Kediri dengan kendaraan Satpol PP. Di sana selama 1-14 hari tergantung dari hasil pemeriksaan. “Kalau untuk penumpang kereta api relatif mudah terkontrol karena penurunan penumpang hanya satu jalur itu,” kata Efandi.

Prosedur yang sama pun diterapkan untuk calon penumpang yang naik. Mereka harus mengenakan masker dan diperiksa suhunya. Jika suhu penumpang lebih dari 38 derajat Celcius, maka perjalanan harus dibatalkan.

“Kalau yang tidak mengenakan masker, maka perjalanan harus dibatalkan dan tiket akan dikembalikan 100%,” tambah Efandi. Aturan ini diterapkan sejak 12 April 2020 dengan sosialisasi sebelumnya. Sejauh ini, penumpang di Stasiun Kediri mentaati aturan pemakaian masker. Stasiun Kediri pun menerapkan aturan ketat agar penyebaran virus segera bisa dihentikan sebab kerata api merupakan salah satu tempat yang rentan terhadap penyebaran. [nm/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar