Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jember Perlu Perusahaan Daerah Pariwisata

Sekretaris ASITA Jember Hasti Utami

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, perlu membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) atau perusahaan daerah untuk mengelola sejumlah destinasi wisata potensial secara profesional. Dengan demikian pengelolaan tidak diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember.

Selama ini sejumlah destinasi wisata milik pemerintah di Jember dikelola unit pelaksana teknis (UPT). Hasti Utami, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Kabupatane Jember, mengatakan, ide itu pernah dicetuskan sendiri oleh Bupati Hendy Siswanto.

“Pariwisata adalah bisnis kreatif. Hanya bisa maju dan berhasil jika dikelola dengan kreativitas. Perusahaan daerah harus dipegang orang-orang yang berkompeten di bidangnya,” kata Hasti.


Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, diperlukan promosi yang baik melalui jejaring sosial dan media internet sehingga informasi tentang obyek wisata di Kabupaten Jember dapat dengan mudah diketahui.

RPJMD menyebut karakteristik wilayah, sumber daya alam, seni dan budaya merupakan potensi bagi pengembangan pariwisata Kabupaten Jember, khususnya destinasi pariwisata regional, nasional dan internasional. Hasti mengatakan, ada empat destinasi wisata potensial milik pemerintah yang bisa dikelola perusahaan daerah, yakni pantai Watu Ulo, kolam renang dan hotel Kebonagung, agrowisata dan hotel Rembangan, dan pemandian Patemon.

“Kalau ada perusahaan daerah pasti terfokus di situ. Perusahaan daerah ini pasti akan mencari keuntungan. Ada banyak cara untuk perusahaan daerah mengatur pariwisata. Nanti nilai akhirnya, empat destinasi wisata bisa jadi sumber penghasilan baru untuk Pemkab Jember,” kata Hasti.

Dalam RPJMD disebutkan, “Dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara yang berwisata di Kabupaten Jember terus meningkat tiap tahunnya. Dari sisi obyek wisata, obyek wisata yang layak jual meningkat sebesar 22 persen dari total obyek wisata di Kabupaten Jember.”

“Potensi pengembangan sektor pariwisata dapat melalui kawasan daya tarik wisata alam, kawasan daya tarik wisata buatan dan kawasan daya tarik wisata budaya. Perencanaan, pemasaran dan koordinasi yang kuat dengan berbagai stakeholder menjadi bagian penting guna mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jember.”

Perusahaan daerah ini, menurut Hasti, sebaiknya dipimpin orang di luar birokrasi dan sudah terbukti berkarya. “Bukan hanya bermodal ijazah. Dia harus berani dan mau berjuang, karena Jember harus memiliki akselerasi pembangunan pariwisata. Tidak bisa dibangun normatif. Kejar ketertinggalan dengan kerja ekstra keras,” katanya.

Pasalnya, jika mengacu RPJMD, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan ini harus menggunakan strategi yang meliputi pengembangan kawasan daya tarik wisata unggulan; pengembangan agrowisata; peningkatan kualitas perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya; pengembangan industri pariwisata yang berdaya saing dan ramah lingkungan; dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan.

Perusahaan daerah merupakan bagian dari upaya untuk membangun kepariwisataan di Kabupaten Jember, yang menurut RPJMD, diarahkan pada peningkatan kualitas, pemasaran obyek pariwisata, kunjungan wisata, pelayanan pariwisata dan kelestarian obyek pariwisata. Pembangunan sarana dan prasarana destinasi wisata serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata perlu ditingkatkan.

Dimintai pendapat soal usulan itu, Bupati Hendy Siswanto mengatakan, pembangunan perusahaan daerah khusus pariwisata masih butuh kajian. Namun dia sepakat jika pariwisata bisa mendongkrak perekonomian daerah. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar