Ekbis

Jember Butuh Zonasi Toko Ritel Modern

Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember membutuhkan penataan dan zonasi terhadap toko ritel modern agar tidak saling berdekatan satu sama lain yang berimplikasi pada matinya toko kelontong.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Charles Meikyansyah, Senin (25/2/2019).

“Affirmative action untuk toko kelontong ini mendesak. Riset Andi Mahendra tentang Analisis Dampak Keberadaan Ritel Modern Indomaret terhadap Perubahan Omzet Penjualan Toko Kelontong di Kecamatan Sumbersari menunjukkan bahwa toko ritel modern membuat penurunan omzet toko kelontong rata-rata 50-70 persen,” katanya.

Menurut Charles, toko kelontong tradisional tidak akan berdaya berhadapan dengan toko ritel modern dengan kekuatan kapital yang besar.

“Permasalahannya memang tidak serta merta melarang hadirnya toko modern sebagai jalan keluar, karena ini justru akan kontraproduktif terhadap industri dan investasi ritel di Jember,” kata pria yang juga calon legislator DPR RI dari Partai Nasdem pada Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang ini.

Tak boleh ada jalan keluar yang saling meniadakan.

“Butuh kebijakan dan regulasi yang berpihak pada ekonomi kerakyatan guna menyeimbangkan posisi tawar ekonomi kerakyatan agar bisa hidup berdampingan dengan toko ritel modern,” kata Charles.

“Landasannya adalah kebijakan harus menyejahterakan. Oleh karena itu, harus ada kebijakan affirmative action agar toko kelontong tetap tumbuh, agar ekonomi kerakyatan menjadi basis pondasi dari pertumbuhan ekonomi. Affirmative action sangat perlu bagi pelaku ekonomi kerakyatan agar berdaya saing,” jelas Charles.

Muara dari semua permasalahan adalah keadilan sosial. “Kita tidak akan dapat menikmati kemerdekaan tanpa kesejahteraan rakyat. Begitu juga dengan kesejahteraan rakyat yang tidak akan terwujud tanpa keadilan sosial bagi semua,” kata Charles.

Charles menekankan, ekonomi kerakyatan harus jadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Kalau tidak, Kemerdekaan akan terus menerus dinikmati sekelompok kecil golongan.

“Saya jadi teringat perkataan bung Hatta bahwa ‘Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita, indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat’,” kata Charles. (Wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar