Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jelang Tahun Baru, Harga Lombok dan Telur Meroket

Pasar Kapas Krampung

Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Tahun Baru, harga lombok dan telur naik di sejumlah pasar di Surabaya. Informasi yang dihimpun Beritajatim.com, setidaknya pedagang di Pasar Krampung dan Pasar Keputran mengeluh.

Mahmud (28) salah satu pedagang di Pasar Krampung mengeluhkan tingginya harga cabai saat ini. Ia mengaku cukup kesulitan menjual barang dagangannya. ia menjelaskan, saat ini harga cabai dengan kualitas bagus di Pasar Krampung dijual dengan harga Rp90.000 per kilogram. Sedangkan, untuk kualitas yang biasa, harganya Rp87.000 per kilonya.

“Lombok (cabai) mahal sekarang. Satu kilonya yang bagus Rp90.000, kalau yang biasa Rp87.000 tergantung, kalau langganan Rp85.000,” kata Mahmud, Rabu (29/12/2021).


Mahmud menambahkan, harga lombok mulai melambung tinggi sejak Minggu, (26/12/2021). Hingga hari ini harga lombok terus meningkat. “(Hari) Minggu kemarin sudah mahal, Rp80.000 itu yang bagus, terus yang biasa Rp 75.000,” jelasnya.

Berbeda dengan Pasar Kapas Krampung, di Pasar Keputran harga cabai terpantau sedikit lebih murah. Di pasar induk tersebut, harga lombok dibanderol dengan harga Rp70.000 untuk kualitas bagus dan Rp 65.000 dengan kualitas biasa.

“Sekarang lombok di sini (Pasar Keputran) Rp70.000 itu sudah bagus (kualitasnya), yang biasa Rp65.000. Mahal mas, pusing aku kasian pembelinya,” kata Lilik, salah satu pedagang cabai di Pasar Keputran.

Lilik mengungkapkan, dirinya sempat menjual cabai kualitas bagus dengan harga Rp66.000, dan Rp 63.000 untuk yang biasa. Ia pun bingung dengan terus naiknya harga cabai tersebut.

“Mungkin karena musim hujan ya, gak tau juga saya. Cuman bingung menjualnya saya. Dijual murah gak dapat (keuntungan) apa-apa, kalau mahal ya pembelinya kabur,” ucapnya.

Sementara itu, kenaikan bahan makanan tidak hanya dialami oleh cabai saja. Pantauan Beritajatim, kenaikan harga juga dialami telur ayam. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad, salah satu pemilik agen telur di Jalan Kidal, Surabaya.

Ahmad mengatakan, di toko miliknya tersebut ia menjual telur dalam bentuk box dengan berat 10 kilogram serta 15 kilogram. Dirinya menjual telur tersebut dengan harga satu kilogramnya Rp28.000. Padahal, sebelumnya ia menjual telur dengan hitungan per kilo Rp 26.000.

“Telur di saya ada yang satu box isi 10 kilo sama ada yang 15 kilo, itu satu kilonya kalau dihitung Rp28.000. Kalau di toko-toko eceran biasanya dijual Rp30.000 sama orangnya,” kata Ahmad. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar