Ekbis

Jelang Ramadan, Kebutuhan Bahan Pokok di Pamekasan Aman

Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin (kiri) berbincang bersama Bupati Badrut Tamam di Kantor Pemkab Pamekasan, Jl Kabupaten 107.

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, memastikan sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat, khususnya memasuki Ramadan 1442 Hijriah.

“Bisa dipastikan hampir setiap hari kami selalu memantau ketersediaan bahan pokok di lima pasar tradisional di Pamekasan. Hasilnya ketersediaan kebutuhan pokok jelang Ramadan relatif masih aman, termasuk juga soal harga yang terbilang masih stabil,” kata Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, Jumat (2/4/2021).

Dari lima pasar tradisional yang dilakukan pemantauan, yakni Pasar 17 Agustus, Gurem, Pasar Kolpanjung, Pasar Pakong dan Pasar Waru. Diakuinya memang terdapat beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, tetapi angka kenaikan relatif dalam batas wajar.

“Jadi hampir semua kebutuhan pokok yang kita pantau masih dalam posisi stabil, seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan lainnya. Tapi untuk harga cabai masih cukup tinggi berkisar di angka Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram, termsuk harga bawang juga mengalami kenaikan sekitar 6 persen,” ungkapnya.

Namun harga kebutuhan pokok tersebut dipastikan aman, mulai dari awal hingga selama Ramadan 1442 Hijriyah. “Untuk itu kami juga berencana untuk membuka bazar murah untuk menjaga stabilitas harga, rencananya mulai tanggal 12 April hingga 7 Mei 2021 mendatang,” ungkapnya.

“Bazar murah ini nantinya kita buka di setiap kecamatan di kabupaten Pamekasan, hal ini juga sesuai dengan apa yang diharapkan Pak Bupati (Badrut Tamam) agar bazar murah ini ada di setiap kecamatan. Namun sementara kami hanya mampu di tujuh kecamatan karena adanya keterbatasan distributor,” jelasnya.

Dari itu pihaknya berharap agar masyarakat juga tidak berbelanja secara berlebihan dan hanya membeli sesuatu yang dibutuhkan, khusnsya selama Ramadan 1442 Hijriyah. “Jadi kami berharap masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan dan cukup untuk keperluan saja,” pungkasnya. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar