Ekbis

Jelang Puasa, Stok Beras di Bulog Ponorogo Aman

Stok beras di salah satu gudang Bulog di Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ponorogo saat ini tengah melakukan penyerapan gabah atau beras hasil panen petani. Hal tersebut sesuai dengan Permendag nomor 24 tahun 2020.

Permendag tersebut berisi tentang harga pembelian gabah kering panen dalam negeri, dengan kualitas kadar air paling tinggi 25 persen dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi 10 persen sebesar Rp 4.200 per kilogram di petani atau Rp 4.250 per kilogram di penggilingan.

“Saat ini lagi menyerap sesuai dengan kualitas yang disarankan di Permendag nomor 24 tahun 2020,” kata Kepala Bulog cabang Ponorogo Eko Yudi Miranto, Minggu (28/3/2021).

Sementara untuk pembelian beras, berdasarkan Permendag tersebut, Eko menyebut kualitas kadar air paling tinggi 14 persen, butir patah paling tinggi 20 persen, kadar menir paling tinggi dua persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen sebesar Rp 8.300 per kilogram di gudang Perum Bulog.
“Serapan kami tergolong tinggi jika dibandingkan dengan 13 cabang lain di Jawa Timur,” klaim Eko.

Eko juga mengeklaim bahwa stok beras di Bulog Ponorogo aman untuk 6 bulan ke depan. Pasalnya, saat ini total ada 12.500 ton beras tersedia di gudang Bulog Ponorogo. Dari jumlah tersebut, ada 2.300 ton merupakan serapan dari petani. Sementara sisanya sebanyak 11 ribu ton merupakan pengadaan pada 2020. “Jadi bisa dibilang stok beras di Ponorogo aman menjelang bulan Ramadan ini,” katanya.

Beras yang tersedia ini, kata Eko, merupakan kualitas medium. Dengan masa simpan satu hingga dua tahun. Dia berharap stok yang ada saat ini segera tersalurkan. Seperti pada tahun 2020 lalu, pemerintah memiliki program Bansos sehingga stok beras segera keluar. “Ya semoga segera bisa tersalurkan, seperti tahun lalu untuk program bansos Pemerintah,” pungkasnya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk