Ekbis

Jelang Pabrik Rokok Buka Kembali, Karyawan Tolak Rapid Test Bersama Keluarga

Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah karyawan PT Tanjung Odi, salah satu pabrik rokok di Sumenep menolak pelaksanaan rapid test yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan dan keluarganya.

Sebagian besar dari mereka beralasan khawatir hasilnya reaktif, dan mereka akan dikucilkan dari masyarakat. Apalagi perusahaan mensyaratkan rapid test itu tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga kepada keluarga mereka.

Pjs. Kasie Personalia dan General Affair, PT Tanjung Odi, Ricky Cahyo menjelaskan, sampai hari ketiga pelaksanaan rapid test, jumlah karyawan yang melakukan rapid test jumlahnya sangat minim. Padahal rapid test merupakan permintaan dari pemerintah daerah sebagai syarat gudang bisa dibuka kembali.

“Kami sudah tutup lebih dari dua pekan setelah ada karyawan kami yang positif. Sekarang setelah lewat dua pekan, untuk bisa buka lagi, syaratnya ya harus rapid test,” katanya, Selasa (13/10/2020).

Ia mengatakan saat ini yang bersedia mengikuti rapid test hanya karyawan. Tetapi itupun jumlahnya kecil. Baru sekitar 50 orang dari 1.700 karyawan pabrik. “Kemarin kan sebagian besar karyawan menolak untuk dilakukan rapid test bersama keluarganya. Sekarang yang rapid hanya karyawan. Yang hasilnya non reaktif boleh masuk pabrik,” jelasnya.

Sementara bagi karyawan yang enggan mengikuti rapid test, awalnya dipersilahkan berhenti, karena pilihannya hanya ada dua. Rapid test, atau berhenti. Keputusan itu sempat memicu protes keras dari hampir seluruh karyawan.

Saat ini Rizki mengaku belum bisa menentukan apa langkah yang akan diambil apabila karyawan tidak bersedia di-rapid. “Saya tidak bisa memutuskan karena itu merupakan kewenangan manajemen perusahaan,” ungkapnya.

PT Tanjung Odi merupakan mitra produksi Gudang Garam Kediri. Untuk kedua kalinya, pabrik pelintingan rokok itu ditutup oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumenep. Penutupan sementara itu dilakukan setelah ada karyawan yang diketahui positif terpapar Covid-19. Penutupan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan agar melengkapi sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan. Apabila pabrik ingin beroperasi lagi, salah satu rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumenep adalah perusahaan harus melakukan rapid test pada seluruh karyawannya dan keluarganya, dengan biaya yang ditanggung oleh perusahaan. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar