Ekbis

Jelang Musim Tanam, Mentan Sidak Pupuk Bersubsidi di Petrokimia Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, atau akrab disapa SYL, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Petrokimia Gresik. Sidak untuk meninjau ketersediaan pupuk bersubsidi menjelang musim bulan Oktober 2020 hingga Maret 2021 (Okmar).

Selain sidak, Mentan asal Sulawesi Selatan itu juga melakukan penanaman pohon di area Petrokimia Gresik sebagai simbol komitmen bersama mewujudkan industri berbasis ramah lingkungan.

SYL menuturkan, terkait dengan alokasi pupuk bersubsidi. Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total penugasan nasional. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia,” tuturnya, Jumat (4/09/2020).

Sementara Dirut PT Petrokimia Gresik (PG) Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, saat ini stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik sejumlah 418.451 ton.

“Rincian pupuk bersubsidi antara lain Pupuk Urea 51.278 ton, ZA 53.782 ton, SP-36 100.111 ton, Phonska 153.948 ton, dan Petroganik 59.332 ton,” katanya.

Untuk Provinsi Jawa Timur lanjut Dwi Satriyo, alokasi pupuk bersubsidi sebesar 130.402 ton, dengan rincian Urea 51.278 ton, ZA 15.531 ton, SP-36 24.387 ton, NPK Phonska 10.316 ton dan Petroganik 28.890 ton.

“Khusis Kabupaten Gresik alokasi pupuk bersubsidi sebesar 22.718 ton antara lain Urea 3.265 ton, ZA 871 ton, SP-36 7.561 ton, NPK Phonska 1.954 ton, dan Petroganik 9.067 ton,” ungkapnya.

Dwi Satriyo menambahkan, mewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah.

“Kami siap mendukung ketahanan pangan nasional, dimana pupuk bersubsidi, sebagai salah satu sarana produksi pertanian, menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda,” imbuhnya.

Dwi Satriyo menjelaskan bahwa dalam penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.

Untuk memastikan penyaluran hingga ke daerah kata Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik memiliki 77 orang Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

“Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat supaya ditribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar