Ekbis

Jelang Lebaran, Penjualan Bandeng di Gresik Menggeliat

Gresik (beritajatim.com)- Menjelang Lebaran, penjual ikan bandeng di Kabupaten Gresik mengalami banyak permintaan alias panen. Kondisi ini berbanding terbalik dibanding tahun lalu, saat munculnya pandemi Covid-19 yang menyebabkan permintaan ikan bandeng terjun bebas.

Dibukanya kembali pasar bandeng yang terpusat di 10 titik, sangat dirasakan oleh penjual maupun petani tambak bandeng. Setiap harinya mereka bisa menghabiskan 2 hingga 3 kuintal.

M. Dhofar (48), salah satu penjual bandeng asal Mengare Gresik menuturkan, saat ini ada peningkatan 40 persen. Rata-rata bandeng yang diminati pembeli di harga kisaran Rp 65 hingga Rp 125 ribu per kilogram.

“Pembeli lebih suka bandeng berukuran sedang. Biasanya mereka diolah untuk konsumsi berbuka puasa serta buat oleh-oleh sanak keluarga,” ujarnya, Minggu (9/5/2021).

Diakui M.Dhofar, bandeng khas Mengare Gresik berbeda dengan bandeng dari daerah lain. Selain rasanya lebih gurih, bandeng yang dijualnya tidak berbau tanah tambak. Hal inilah yang membuat kenapa bandeng asal daerahnya banyak diminati pembeli.

Selain menjajakan lewat lapak, M.Dhofar juga menawarkan bandengnya melalui online. Penawaran ini juga diminati pembeli. Bahkan, ada yang datang dari luar Gresik hanya demi membeli bandeng asal Mengare. “Kalau lewat online biasanya langsung kirim kalau harga sudah disepakati. Pembayaran melalui transfer,” paparnya.

Secara terpisah, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi mengatakan, dibukanya kembali pasar bandeng lebih diarahkan untuk pemulihan ekonomi dengan memberikan akses kepada masyarakat lokal. Mulai dari petambak, dan pedagang bandeng.

“Harapannya tradisi pasar bandeng, lelang bandeng dan kontes bandeng jangan sampai punah. Harus tetap digelar. Kegiatan asli budaya Gresik itu dilakukan untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang salah satunya memanfaatkan event tahunan. Tapi, tetap mengedepankan protokol kesehatan,” imbuhnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar