Ekbis

Jelang Akhir Tahun, KPP Pratama Kepanjen Optimistis Capai Target

Malang (beritajatim.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kepanjen optimistis penerimaan pajak tahun ini bisa mencapai target yang sudah ditentukan.

Kepala KPP Pratama Kepanjen, Budi Harjanto mengatakan bahwa saat penerimaan pajak dari wilayahnya sudah mencapai angka 97 persen. Budi menerangkan, masih ada waktu untuk mencapai target 100 persen. “Sekarang posisinya sudah 97 persen dari Rp 763 miliar. Sisanya masih ada waktu tiga hari,” kata Budi, Jumat (27/12/2019).

Budi membeberkan, pihaknya mengandalkan penerimaan dari pajak pertambahan nilai (PPN). “Andalan saya kan PPN, batasnya memang sampai akhir bulan,” terangnya.

Dijelaskannya, ada sejumlah perusahaan yang menyumbang pajak terbesar di KPP Pratama Kepanjen. Penyumbang pajak terbesar itu didominasi industri rokok.

“Kalau terbesar tetap Gudang Baru Berkah Group, kira-kira 30 persen dari total penerimaan, biasanya per bulan antara Rp 20 miliar. Rata-rata naik turunnya segitu, itu satu grup. Yang besar lagi itu dari rokok juga, misalnya Putra Mandiri. Bagong (perusahaan otobus, red) itu besar juga, rata-rata per bulan Rp 1,5 miliar,” terangnya.

Selain itu, industri lain yang menyumbang penerimaan pajak terbesar diantara seperti PT Asal Jaya, yang bergerak di industri kopi. Kemudian ada pabrik gula Rajawali Krebet dan Kebonagung. “Mereka paham akan kewajibannya, manajemennya paham untuk membayar pajak. Disamping itu, kita sering penyuluhan dan pendampingan,” ujar Budi.

Soal penerimaan pajak dari dana desa, kata Budi, saat ini sudah tidak ada masalah. Hal itu juga berkat adanya kerjasama KPP Pratama Kepanjen dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. “Dana desa juga masuk semua, karena kerjasama dengan Kejaksaan. Kan kalau tidak bayar dipanggil Kejari,” urainya.

Sebagai informasi, wilayah KPP Pratama Kepanjen mencakup 21 kecamatan di Malang Selatan. Adapun jenis penerimaan pajak diantaranya PPN, Pajak Penghasilan (PPh), serta Pajak Bumi Bangunan sektor Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan (PBB P3).

“Dua tahun terakhir sudah masuk terus 100 persen. Pelaporan SPT (surat pemberitahuan tahunan, red) saja sudah melebihi target. Ini sudah baik, tingkat kepatuhan sudah 110 persen, sadar pajak sudah tinggi. Yang bandel ini relatif gak ada,” ungkap Budi.

Pria berkacamata ini menambahkan, kiat yang dijalankan pihaknya agar wajib pajak (WP) tetap tertib yaitu dengan memberikan reward atau penghargaan, seperti kategori penyumbang pajak terbesar dan teraktif. Selain itu, Budi juga mempersolid barisan pegawainya.

“Ya kita itu cuma tiga. Tetap semangat, berdoa, ikhtiar yang sungguh-sungguh. Tiga hal itu saja yang saya tanamkan ke pegawai,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar