Ekbis

Jatim Ekspor Komoditas Pertanian ke 32 Negara

Petugas Bea Cukai, Kepolisian dan Balai Besar Karantina Pertanian (BPKP) Surabaya saat melepas ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (1/5/2020). [Foto/Humas BBKP]

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menerbitkan 116 sertifikat komoditas pertanian asal Jawa Timur. Bahan baku pertanian senilai Rp 266,6 Miliar ini diekspor ke 32 negara.

Di antaranya: Amerika, Belanda, Jerman, Bulgaria, Mesir, Iraq, Singapura, Timor Leste, dan 24 negara lainnya. Secara terinci sumbangan per sub sektor dalam ekspor ini adalah sub sektor hortikultura senilai Rp 11, 19 M, Perkebunan Rp 218, 59 M, Tanaman Pangan Rp 720,7 juta, dan Peternakan Rp 36,1 M.

“Walau di tengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah sektor pertanian untuk melakukan ekspor. Pada hari ini, sejumlah 11,8 ribu ton setara 237 kontainer komoditas pertanian dari 65 perusahaan eksportir dilepas ke berbagai negara,” ungkap Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi kepada beritajatim.com saat melepas ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (1/5/2020).

Pelepasan ekspor secara simbolis dilakukan untuk 4 kontainer komoditas pertanian dari empat perusahaan yang berbeda di Terminal Petikemas Surabaya. Turut hadir menyaksikan Kepala Otoritas Pelabuhan M. Dahri, Dirut PT TPS Dothy, Kepala Bea Cukai Tanjung Perak Aris Sudarminto, Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum dan Instansi terkait lainnya.

Komoditas tersebut antara lain 24 ton cengkih senilai Rp 1,78 Miliar ke Singapura milik PT. A.J. Kemudian 19,2 ton kopi senilai Rp 505,3 juta ke Mesir. Selanjutnya 24 ton susu pasteurisasi sejumlah senilai Rp 250 juta ke Singapura milik PT. G. F. I dan 20 ton pakan ternak senilai 26,93 juta ke Timor Leste milik PT. Charoen Pokphand Indonesia.

“Total komoditas ekspor yang dilepas sebanyak 41 jenis, di antaranya kakao bubuk, kakao pasta, kayumanis, kelapa iris, cocopead, gambir, kopi, susu pasteurisasi, sarang burung walet, pakan ternak, dan 31 jenis lainnya,” lanjutnya.

Pelepasan ekspor ini merupakan salah satu rangkaian acara ekpor serentak 9 pintu oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang dilakukan secara daring di ruang Agricultural War Room (AWR) di Jakarta. Sembilan pintu ekspor dimaksud meliputi Surabaya, Tanjung Priok, Soekarno Hatta, Makassar, Belawan Medan, Denpasar, Lampung, dan Semarang.

Menurut Musafak, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil dan seluruh pelaku usaha sektor pertanian yang terus melakukan upaya pemenuhan pangan dan ekspor di tengah pandemi covid-19.

Diharapkan dengan adanya pelepasan ekspor ini dapat menambah devisa sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani. Selanjutnya apabila menilik perkembangan ekspor asal Jatim melalui BBKP Surabaya selama triwulan pertama tahun 2020 cukup menggembirakan walaupun sempat menurun sedikit pada bulan Maret, namun di April mengalami kenaikan 22,78 persen.

“Secara rinci ekspor Januari mencapai Rp 2,82 T, Februari Rp 3,84 T, Maret Rp 2,59 T, dan April naik kembali menjadi Rp 3,18 T. Total nilai ekspor periode Januari – April 2020 adalah Rp 12,43 Triliun,” papar Musafak. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar