Ekbis

Jateng Pasar Potensial Pupuk Petroganik PG

Gresik (beritajatim.com) – Daerah pertanian di wilayah Jawa Tengah, menjadi pasar potensial penyerapan Pupuk Petroganik Petrokimia Gresik (PG). Ada 9 daerah yang memberikan dampak positif terhadap penyerapan Pupuk Petroganik. Daerah tersebut diantaranya Semarang, Salatiga, Demak, Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Kabupaten Grobogan.

Kesembilan daerah itu, juga dijadikan mitra petroganik terkait dengan penyerapan pupuk tersebut. Melalui strategi pemasaran dengan memberikan reward bagi kios resmi. Reward tersebut diperuntukkan bagi kios yang bisa mencapai target tertentu terkait dengan penebusan Pupuk Petroganik.

Direktur Pemasaran (Dirsar) PT Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo mengatakan, dengan strategi menggandeng kios resmi Pupuk Petroganik terbukti mampu memberikan dampak positif. Pasalnya, realisasi Petroganik untuk bulan April hingga Juli 2019 meningkat.

“Penebusan Petroganik pada periode itu mencapai 22.471 ton. Sedangkan selama periode April hingga Juli tahun 2018 lalu hanya 21.275 ton. Terjadi peningkatan kuantum penebusan sebesar 1.196 ton,” ujarnya, Sabtu (21/09/2019).

Lebih lanjut Meinu mengatakan, pihaknya berharap dengan cara pemasaran tersebut. PG bersama mitra Petroganik, distributor dan kios terus aktif dalam mempromosikan Petroganik, agar petani dapat lebih teredukasi tentang manfaat pupuk Petroganik.

“Kami berpesan agar Mitra Petroganik juga konsisten dalam menjaga kualitas produknya. Saat ini, PG tengah melaksanakan program transformasi bisnis yang salah satu fokusnya menekankan pada pengawasan dan peningkatan mutu Petroganik. Sehingga, dengan kualitas yang terjaga petani pun dapat merasakan manfaatnya dan terus loyal untuk menggunakan Petroganik,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pupuk Petroganik telah dikembangkan sejak tahun 2004, sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor tahun 2003. Hasil penelitian itu disebutkan sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-Organik di bawah 2 persen. Padahal, tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-Organik sebesar 5 persen.

Sementara Petroganik mengandung kadar C-Organik minimal sebesar 15 persen, sesuai standar Permentan nomor 1 Tahun 2019 dan SNI nomor 7763 Tahun 2018, sehingga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah. (dny/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar