Ekbis

Jasa Penukaran Uang di Gresik Berharap Berlimpah Rejeki

Gresik (beritajatim.com) – Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 H tinggal dua pekan lagi. Momen ini pun digunakan kesempatan bagi masyarakat untuk membuka lapak jasa penukaran uang. Seperti di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo hingga kasawan Gresik Kota Baru (GKB).

Berbagai uang pecahan rupiah disediakan. Mulai Rp 1.000 hingga Rp 75 ribu. Usaha ini setidaknya cukup membantu masyarakat dalam mendapat pecahan rupiah. Untuk dibagikan kepada sanak saudara saat berlebaran nanti.

Jasa penukaran ini mulai berperasi pada pukul 09.00 WIB hingga malam hari. Namun, masyarakat pun harus sedikit merogoh kocek lebih untuk mendapatkan uang pecahan tersebut.

“Rata-rata kami memasang tarif 10 persen untuk setiap transaksi,” ujar Abdul Salam yang membuka jasa penukaran uang, Kamis (29/04/2021).

Setiap harinya kata Abdul Salam, dirinya menyediakan berbagai macam nilai pecahan rupiah. Mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 20 ribu.

“Khusus untuk menukar pecahan Rp 75 ribu agak mahal. Saya patok jasa 25 persen,” katanya.

Harga tersebut dipatok dengan alasan cukup sulit mendapatkan pecahan Rp 75 ribu. Baik diperbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Untuk membuka jasa tersebut, Salam mengaku menyiapkan modal hingga Rp 300 juta.

“Stok paling banyak pecahan Rp 5 ribu, paling laris saat momen lebaran,” ungkapnya.

Maraknya jasa penukaran uang dimaklumi oleh jajaran kepolisian Polres Gresik. Meskipun, terdapat aturan khusus dalam membuka jasa penukaran uang. Belum lagi, potensi peredaran uang palsu dengan memanfaatkan momentum lebaran.

“Ini kan sudah tradisi setiap tahun. Untuk itu, masyarakat tetap diharapkan teliti dan berhati-hati dalam menggunakan jasa tersebut,” kata Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Yudhi Prastio.

Ia menambahkan, potensi peredaran uang palsu memang mungkin terjadi, meskipun sangat minim. “Justru yang rawan yakni selisih jumlah yang tidak sesuai kesepakatan,” imbuhnya.

Modusnya kata dia, sengaja mengurangi isi atau nominal uang penukaran. Meskipun sudah sudah diikat dengan pita plastik. “Sebelum transaksi wajib teliti, pastikan semuanya sudah sesuai sebelum meninggalkan lokasi,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar