Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jasa Penukaran Uang Baru Mengeluh Sepi, Ini Pemicunya

Salah satu jasa penukaran uang baru di jalan HOS Cokroaminoto. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sudah kurang lebih dua tahun berlangsung, pandemi Covid-19 senyatanya masih sangat berdampak kepada masyarakat yang buka usaha. Salah satunya usaha musiman, jasa penukaran uang baru.

Mereka yang saat ini menggeluti usaha musiman ini mengeluh sepi, hingga menjelang H-1 lebaran Idulfitri 1443 hijriah. Kondisi saat ini sangat berbeda jauh, jika dibandingkan dengan setiap menjelang lebaran Idulfitri sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Dulu sebelum ada corona, setiap jelang lebaran kayak gini, usaha penukaran uang baru selalu ramai,” kata Oktavianus Setiawan, salah satu penyedia jasa penukaran uang baru yang berada di jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto, Minggu (1/5/2022).

Warga asli Solo itu menyebut, selain masih pandemi, usaha penukaran uang baru secara konvensional ini juga kalah bersaing dengan jasa penukaran uang baru melalui online. Dia bercerita, dulu sebelum pandemi Covid-19, omsetnya bisa mencapai Rp7 juta setiap harinya. Namun, yang terjadi saat ini malah tinggal separuhnya saja.

“Mungkin saat ini masih pandemi dan sekarang ada jasa penukaran uang baru lewat online. Jika sebelum pandemi omsetnya bisa sampai Rp7 juta, kini hanya Rp3 juta dalam sehari,” kata Oktavian.

Saat ini, kata Oktavian uang baru yang banyak diminati oleh masyarakat adalah pecahan 10 ribu dan 5 ribu. Ia mengaku mengambil untuk 10 persen setiap transaksi. Oktavian memberikan contoh, misal tukar uang baru 100 ribu maka ditambah menjadi 10 ribu. “Dulu waktu ramai, dalam sebulan bisa meraup untung sekitar Rp4 juta. Untuk saat ini, saya belum hitung,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh jasa penukaran uang baru lainnya yang ada di jalan HOS Cokroaminoto bernama Heri Wardoyo. Dia menuturkan, sepinya jasa penukaran uang baru ini, karena masih pandemi Covid-19. Seharian omzetnya hanya sekitar Rp3 jutaan, padahal tambahan jasa darinya 7 persen, lebih rendah dengan yang lain.
“Sepi, tidak seperti lebaran sebelum covid-19 ada,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar