Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jasa Penukaran Uang Asing Sepi Sejak Pandemi

Dini Novitasari menunjukkan beberapa mata uang asing miliknya. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sejak dua tahun lalu, jasa penukaran mata uang asing di Ponorogo seperti mati suri. Ya, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, praktis bisnis tersebut sepi. Tidak ada warga yang menukarkan uang rupiah atau uang asing miliknya.

“Dua tahun ini, sejak pandemi Covid-19 melanda jasa penukaran mata uang asing sepi,” kata Dini Novitasari, pemilik toko jasa penukaran uang asing di jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan Ponorogo, Sabtu (15/1/2022).

Sepinya jasa penukaran uang asing ini, menurut Dini disebabkan karena tidak adanya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo yang pulang atau berangkat. Hal tersebut dikarenakan masih adanya ancaman penularan virus Covid-19 di Indonesia maupun di negara-negara tujuan PMI. “Pandemi Covid-19 yang melanda global, sehingga tidak ada PMI yang pulang atau berangkat. Kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit,” katanya.

Jika belum ada pandemi corona, para PMI asal Ponorogo ketika pulang atau berangkat pasti menukarkan uang asing yang dibawanya dari negara perantauannya. Yang paling banyak ditukarkan uang asing dari negara Singapura, Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Arab Saudi. “Ya ada yang menukarkan dalam jumlah banyak, ada juga yang beberapa lembar saja,” katanya.

Dini menyebut jika nilai jual dan beli mengikuti kurs yang terbaru. Kebanyakan, dulu para PMI yang habis pulang dari negara rantauannya, paling banyak menukarkan uang asing ketika hari besar datang. Seperti mendekati lebaran, ramai penukaran uang asing ke rupiah. Dini berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga penerbangan ke beberapa negara tujuan PMI bisa dibuka kembali. “Ya supaya teman-teman PMI yang ingin pulang kampung atau berangkat bisa terlaksana. Jadi jasa penukaran uang asing bisa ramai lagi,’’ harapnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati