Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jasa Cetak Sertifikat Vasin Laris Manis, Bahkan Ada Yang Berani Bayar Mahal Untuk Memalsukan

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Pemberlakuan syarat dengan menunjukkan sertifikat vaksin di Indonesia rupanya membuat keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha percetakan. Bahkan, kini kian menjamur para pelaku usaha yang menawarkan cetak sertifikat vaksin untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan diluar.

Salah satunya Eka Puspitasari, warga Bojonegoro ini mengaku bisnis jasa cetak sertifikat vaksin ini dilakukan supaya masyarakat lebih mudah untuk melakukan kegiatan diluar yang mengharuskan melengkapi berkas dengan sertifikat vaksi. Jika butuh tinggal menunjukkan seperti KTP atau SIM tanpa harus mencari file di handphone.

“Alasan kami biar saat dipake, orang gak ribet lagi kudu nyari file, iya kalau masih ada, kalau sms kehapus? Kalau sudah bentuk kartu id kan enak, bisa taruh dompet, saat dibutuhkan tinggal ditunjukkan seperti menunjukkan ktp/sim jadi kita banting setir lah cetak sertifikat vaksin juga,” ungkapnya, Jumat (16/7/2021).

Untuk menjaga keamanan barcode pemilik sertifikat vaksin sendiri memang terkadang perlu dipertanyakan, namun dalam bisnis ibu satu anak ini lebih mengutamakan privasi klien. Jadi pihaknya hanya menerima order pribadi dari customer yang menyertakan link resmi bukan file berupa gambar. Selain hasil cetak yang kurang berkualitas, kedua menghindari foto hasil editan yang kurang baik.

“Kami hanya menerima order dr customer yang menyertakan link resmi, file kami yang download. Kami tidak menerima file berupa gambar. Pertama, hasil cetak jelek, kedua menghindari foto hasil editan. Data yang kita download, akan kita proses editing. Maksud editing disini, kita tidak mengubah data, hanya menyesuaikan ukuran sertifikat online dengan ukuran id- nya saja. Tidak ada data di dalam yang kami ubah. Setelah proses cetak, semua file langsung kita hapus. Jadi tidak menyimpan data apapun. Dan yang cetak benar-benar sudah vaksin,”ungkapnya.

Dalam sehari ia mampu mencetak lebih dari sepuluh kartu vaksin dengan harga 50 ribu rupiah persatu kali cetak belum dengan tambahan ongkos kirim. Bahkan tak jarang berkali-kali masyarakat minta dibuatkan kartu vaksin abal-abal. Namun pihaknya selalu menolak meskipun berani bayar mahal.

“Kami hanya melayani masyarakat yang benar-benar sudah vaksin karena beberapa kali masyarakat minta dibuatkan kartu abal-abal, tapi kami tolak. Ada yang berani mahal tapi ngga usah karena ini menyangkut kesehatan di masa depan,” imbuhnya. [way/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar