Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jangkauan Vaksinasi Terus Bertambah, Geliat Pariwisata Mulai Tumbuh

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan webinar dengan tiket.com

Jakarta (beritajatim.com) – Geliat pariwisata yang mulai tumbuh seiring dengan terus meningkatnya jangkauan vaksinasi Covid-19 masyarakat di Indonesia menjadi titik cerah kebangkitan industri yang selama pandemi menerima dampak cukup signifikan ini.

Seperti diketahui capaian vaksinasi dosis pertama di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76% dan dosis kedua yang mendekati 56%. Lalu, vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64% dan 42% masing-masing dosis pertama dan kedua di Jawa-Bali.

Kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif tentunya perlu didukung dengan strategi yang matang dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah, pihak swasta, juga berbagai pelaku industri.

Hal ini dikupas dalam kegiatan tiket.com Webinar Nasional bertajuk Tourism and Creative Economy Industry Recovery Strategies Post-Vaccination, 2021 Review and 2022 Projection.

Membuka acara webinar ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengisyaratkan bahwa walaupun kondisi menantang, terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan demi kebangkitan pariwisata nasional.

“Kondisi pariwisata Indonesia mengalami kontraksi yang luar biasa. Angka kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara cukup terdampak. Tetapi, kami melihat bahwa setelah ada PSBB atau PPKM sejak tahun 2020, terjadi revenge tourism, atau potret peningkatan mobilitas. Salah satu tandanya adalah angka hunian kamar hotel yang meningkat.”kata Sandiaga Uno.

Sandiaga memaparkan beberapa temuan unik lainnya dalam tren pariwisata kini adalah age group berubah menjadi lebih muda, travel method pun mengalami perubahan, di mana lebih banyak smaller groups yang mencari value cleanliness, health, and safety.

Sandiaga memaparkan beberapa temuan unik lainnya dalam tren pariwisata kini adalah age group berubah menjadi lebih muda, travel method pun mengalami perubahan, di mana lebih banyak smallergroups yang mencari value cleanliness, health, and safety.

“Langkah nyata yang perlu dijalankan untuk mencapai goal untuk mensejahterakan masyarakat melalui kebangkitan pariwisata adalah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Kami pun membungkus langkah tersebut dengan approach kreatif, yaitu GERCEP, GEBER, dan GASPOL. Kami melihat ini sebagai sebuah semangat kebersamaan untuk percepatan dalam menggarap semua potensi online. Untuk digitalisasi, kami ingin terus mengembangkan kerjasama dengan tiket.com, kami berharap agar dapat terus maju dan berkembang hingga lebih holistik lagi. Kami yakin bahwa kepercayaanmasyarakat akan kembali jika kita terus disiplin pada penerapan CHSE, fokus pada pariwisataberkualitas, transformasi digital, stimulus dan insentif,” tutup Sandiaga.

Optimisme terhadap pertumbuhan industri pariwisata Indonesia juga digaungkan oleh ChiefExecutive Officer tiket.com, George Hendrata, “Berdasarkan data The International Air TransportAssociation (IATA) Indonesia diprediksi akan menjadi pasar perjalanan terbesar ke-4 di dunia setelah China, Amerika Serikat, dan India.

Karena itu, online travel menjadi sektor internet yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi pasca Covid-19.

Lebih lanjut, George mengatakan tiket.com berkomitmen untuk berperan aktif dalammen jaga ekosistem pariwisata untuk terus bertahan dari terpaan pandemi serta di saat yang sama juga dapat berkembang dan bersiap untuk peningkatan animo pariwisata.

Upaya tersebut kami wujudkan dengan terus meluncurkan berbagai program di tiket.com untuk menambah minatmasyarakat untuk berwisata dengan aman dan nyaman. Selain itu, kami juga terus bersinergi denganKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendukung berbagai program Pemerintah.

Beberapa diantaranya memberi dukungan dalam akselerasi program vaksin dengan membuka sentra vaksinasi Covid-19 di Jakarta dan Yogyakarta, integrasi layanan Peduli Lindungi melalui aplikasi tiket.com, serta di selama tahun ini kami memberikan workshop di 5 Destinasi Super Prioritas(DSP) bagi para pelaku pariwisata untuk memberi bekal dalam kompetensi pemasaran digital.

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif, Institute for Development of Economics and Finance(INDEF), juga memaparkan beberapa catatan penting untuk melangkah maju menuju pemulihan pariwisata nasional.

“Di tengah risiko hadirnya gelombang ketiga dengan adanya varian Omicron, kita perlu mewaspadai area di Indonesia yang menjadi gerbang masuk utama dari arus internasional. Kami melihat bahwa pemanfaatan platform digital, percepatan inovasi berbasis teknologi dan pengembangan konten digital dapat membantu mendorong kebangkitan sektor ekonomi kreatif. Selain itu, reformulasi dan re-fokus anggaran guna solusi pembiayaan berkelanjutan pun sudah harusmenjadi prioritas bagi komponen pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak,” kata Tauhid Ahmad.

Selain Menteri Sandiaga Uno dan George Hendrata, narasumber lain yang turut memberikan paparan dalam webinar nasional ini adalah Ir Kamrussamad, ST, MSi (Anggota Komisi XI DPR RI) yang menyampaikan paparan soal Budget Optimization Recovery of Tourism Industry and CreativeEconomy dan Director of Sales and Marketing Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Iwan Winartoyang menjelaskan tema tentang Hospitality Strategy and Innovation in The The Recovery of TourismIndustry and Creative Economy. (teddy ardianto)


Apa Reaksi Anda?

Komentar