Ekbis

Jam Operasional Pasar Tradisional dan Modern di Jember Dibatasi

Jember (beritajatim.com) – Jam operasional pasar tradisional dan modern di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai dibatasi oleh pemerintah daerah setempat. Pembatasan jam operasional ini merupakan bagian dari upaya memotong rantai penyebaran Covid-19.

“Ini sudah mulai disosialisasikan oleh muspika (musyawarah pimpinan kecamatan), lurah, dan kepala desa. Ada yang mulai mengikuti itu,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jember Gatot Triyono, Minggu (29/3/2020).

Sebanyak 30 pasar tradisional memiliki jam operasional yang berbeda-beda, disesuaikan dengan karakteristik pasar itu. “Tidak bisa disamakan. Pasar Tanjung dengan pasar lain tidak sama bukanya. Kalau disamakan jamnya, repot. Misalkan Pasar Kepatihan kan cuma pagi, Pasar Tanjung mulai subuh dan sore juga ada. Kalau disamakan, nanti malah kesulitan. Pedagang dan masyarakat sama-sama kesulitan,” kata Gatot.

Khusus Pasar Tanjung yang merupakan pasar induk di Jember, pemerintah daerah masih mempertimbangkan opsi-opsi jam operasional. “Ada yang pagi dan sore,” kata Gatot.

Namun saat ini di media sosial sudah beredar gambar pengumuman pembatasan jam operasional Pasar Tanjung, yakni buka pada 04.00 – 07.00 WIB dan 16.00 – 19.00 WIB. Di luar dua jam operasional itu, pasar tersebut ditutup. Sementara komoditas non sembako pun tutup.

Gatot mengatakan, belum ada keputusan resmi. “Kemarin kami minta saran ke tim. Dari grup (informasi) ada yang keluar. Namun jamnya tidak beda jauh. Nanti Ibu Bupati sendiri yang menyampaikan,” katanya. Masa berlaku jam operasional juga belum dicantumkan dalam pengumuman yang beredar di media sosial itu.

Bagaimana dengan pusat belanja modern? “Mereka sudah kami surati. Seperti Roxy, buka jam 11.00 sampai jam 20.00. Tempat-tempat permainan dan bioskop sudah ditutup,” kata Gatot. Jam operasional supermarket itu berbeda-beda walau ada pembatasan. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar