Ekbis

Iwan Sunito: Crown Group Capai Penjualan Tertinggi di Tengah Badai Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Wabah pandemi Covid-19 membuat semua sektor bisnis terpukul di seluruh dunia. Namun pengembang properti Australia dari Surabaya ini malah mencatatkan penjualan properti tertinggi di bulan penyebaran Covid-19. Bahkan Iwan Sunito, Owner Crown Group mengklaim jika penjualan periode Februari – Maret 2020 malah menjadi penjualan terbaiknya selama kurun waktu 1,5 tahun ini.

Pada Februari 2020 lalu Crown Group mampu meraup penjualan sebesar US$19 juta, dan kembali naik pada Maret 2020 yang sebesar US$22 juta, dan pada April ini telah melampaui target yang ditetapkan.

Selain dari penjualan sejumlah proyek hunian di Sydney, pendapatan tersebut juga dihasilkan dari hotel yang telah diluncurkan, yakni Skye Suites Parramatta dan Skye Suites Sydney.

Kunci suksesnya adalah kepercayaan konsumen pada proyek yang sebelumnya, apalagi saat ini progres proyek yang dikembangkan tetap berjalan. Kondisi ini memacu keyakinan manajemen Crown Group bahwa tahun ini mampu meraup penjualan sesuai target bahkan berpeluang melampaui target.

Iwan Sunito juga memiliki 2 hotel yang sudah beroperasi dan disaat hotel lain menunjukkan penurunan okupansi hingga 30 persen, justru hotelnya Skye Suites Parramatta dan Skye Suites Sydney relatif stabil. Kunci suksesnya mereka tetap menerima tamu dengan kebutuhan khusus Covid-19, yakni melayani tamu yang melakukan isolasi mandiri di hotel mereka.

“Tetapi tentunya kami tidak mendeklarasikan diri sebagai hotel yang khusus menangani isolasi mandiri untuk Covid – 19. Sebab tidak semua tamu kami punya kepentingan untuk isolasi mandiri,” beber Iwan Sunito, ketika ditemui melalui video conference.

Komisaris dan CEO Pandemi Covid-19 ini juga mengaku proyek terbaru mereka di Los Angeles juga tak terpengaruh dan tetap berjalan untuk proses pembangunannya. Bidikan pasarnya adalah orang Indonesia yang kuliah di LA dan orang Amerika sendiri.

Proyek mixed-use kondominium dan hotel senilai US$500 juta di distrik Pusat Kota Los Angeles, ini diyakini akan laku keras sebab masyarakat Asia, seperti China, Korea, Taiwan, dan Indonesia yang tinggal dan menetap di Amerika Serikat cukup banyak.

Secara keseluruhan Iwan Sunito, memastikan jika perusahaannya tak begitu terpengaruh. Namun timnya terus berupaya melakukan berbagai strategi pemasaran yang menarik.

“Didunia ini ada beberapa yang tidak bisa kita ubah dan perbaiki seperti wabah Covid-19 ini, tetapi selama kita masih bisa berkreasi dalam situasi seperti sekarang ini, maka kreatifitas itulah yang harus dimaksimalkan,” tandasnya. [rea/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar