Ekbis

Isi Waktu Luang Saat Pandemi, Pelajar di Ponorogo ini Buat Miniatur Truk

Arif Budianto saat menunjukan miniatur truk hasil dari Dimas Nugroho dan eman-temannya. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Setahun lebih Covid-19 sudah melanda Indonesia. Pembelajaran dalam jaringan (daring) terpaksa diterapkan untuk mencegah penularan virus, jika dilakukan dengan tatap muka.

Untuk mengisi waktu luang ditengah pandemi, sejumlah pelajar di Ponorogo melakukan kegiatan yang produktif. Yakni membuat mainan miniatur mobil truk. Itulah yang dilakukan oleh Dimas Nugroho. Bersama dengan lima temannya, usai pembelajaran daring mereka membuat miniatur mobil truk. Hasil karyanya itu, cukup diterima pasar. Terbukti dari banyaknya permintaan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Baru dua bulan ini, saya dan teman-teman membuat mainan miniatur truk ini. Biasanya setelah selesai pembelajaran daring, baru kami membuatnya,” kata pelajar kelas 11 di salah satu SMK Swasta di Ponorogo, Minggu (7/3/2021).

Warga jalan Wilis Kelurahan Nologaten ini mengaku, membuat miniatur truk berawal dari tawaran pengusaha toko mainan. Karena memiliki banyak waktu luang, ia lalu membuat mainan tersebut. Bahan yang digunakan dengan papan kayu dan triplek. Finishingnya menggunakan cat warna-watni dan ditempel stiker. Supaya lebih menarik Dimas membuat beberapa variasi pada miniatur truk ini. Yakni dengan memasang lampu serta dipasang plat besi, agar truk seolah-olah bisa bergoyang.

“Kami tambah lampu dan plat supaya truk bisa goyang, inilah yang membedakan dengan lainnya. Sehingga diterima toko mainan dan laku di pasaran,” katanya.

Sementara itu Pemilik toko mainan Arif Budianto menyebut permintaan miniatur mobil truk saat ini sedang tinggi. Bahkan ia mengaku kualahan memenuhi permintaan pasar. Sehingga melibatkan warga dan pelajar untuk proses produksinya. Permintaan pasar yang tinggi ini, lantaran sedang viralnya di media sosial permainan truk oleng atau truk goyang. “Pemasarannya awalnya lewat online, namun saat ini ada juga yang langsung ke sini,” katanya.

Anto sapaan akrab Arif Budianto memgaku dalam sebulan terakhir mendapatkan pesanan hingga seribu buah miniatur truk. Pesanan datang dari berbagai kota, seperti Solo, Wonogiri, Jogjakarta dan Bandung. Satu miniatur truk ini dihargai Rp 150 ribu.

“Ada dua jenis yang kita jual, miniatur truk yang ada lampunya seharga Rp 150 ribu, sedangkan yang tanpa lampu hanya Rp 100 ribu,” pungkasnya.(end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar