Ekbis

IRT di Kediri Sulap Botol Bekas Air Mineral Jadi Boneka Lucu

Kediri (beritajatim.com) – Endang Supriyani, seorang ibu rumah tangga asal Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, berhasil mendapatkan pundi-pundi Rupiah dengan nilai yang cukup menjanjikan. Hal itu setelah dirinya berhasil menyulap botol bekas air mineral menjadi boneka lucu dan unik.

Wanita yang akrab dipanggil Endang menceritakan, dirinya tertarik dengan usaha pembuatan suvenir tersebut saat melihat banyaknya botol bekas minuman terbuang percuma. Dengan sedikit sentuhan bakat yang dimilikinya, ia dan suami mulai mengumpulkan botol plastik minuman bekas. Selain didapat gratis, botol bekas tersebut juga ia beli.

“Hasil daur ulang limbah botol plastik bisa dibuat souvenir beraneka boneka ada boneka Sukaku (bineka dari jepang). Tersedia juga berbagai model seperti Souswis (Sukaku Wisuda), Souspro (Sukaku Profesi), Souspeng (Sukaku Pengantin) dan masih banyak lagi,” kata Endang ketika ditemui di rumahnya.

untuk membuat boneka hias tersebut, botol-botol bekas air minum dicuci dan dipotong bagian atasnya. Setelah itu, botol dipotong menjadi dua bagian. Pada bagian atas dijadikan kepala, sedangkan yang potongan bawah dijadikan tubuh. Agar tampilan lebih menarik, pada potongan botol kepala juga ditambahkan telinga dan hidung yang dilekatkan menggunakan lem.

Selanjutnya, bagian kepala dicat serta diberikan hiasan dua mata serta alis. Tujuannya, agar boneka itu lebih cantik dan menarik. Sedangkan bagian tubuh dibungkus dengan kain. Setelah rapi kepala dan tubuh disatukan. Nah, jadilah pasangan boneka yang lucu dan indah.

Menurut Endang, dirinya siap menerima pesanan baik eceran maupun partai besar. Boneka Sukaku, lanjut Endang, selama ini sudah dipasarkan di tempat-tempat wisata Kabupaten Kediri. Untuk harga per pasang dengan ukuran boneka 20 cm hingga 35 cm Rp 18 ribu sampai Rp 25 ribu.

Selama ini souvenir bikinannya baru dipasarkan di Kediri, yaitu dengan menitipkan di tempat-tempat wisata seperti Gunung Kelud, Simpang Lima Gumul, Kampung Inggris, pusat oleh-oleh serta toko . “Kedepan, bila pandemi ini sudah tidak ada lagi, semoga bisa merambah pasar di kota-kota lain, terutama di Jawa Timur,” harap Endang. [adv kominfo/nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar