Ekbis

IRT di Kediri Ekspor Minuman Tradisional ke Eropa

Kediri (beritajatim.com) – Memanfaatkan hasil kearifan lokal dari produk pertanian dan perkebunan, Rinawati, seorang ibu rumah tangga warga Desa Titik, Kecamatan Semen Kabupaten Kediri dapat menghasilkan sejumlah minuman herbal. Ide awal pembuatan beragam minuman menyegarkan berbahan dasar herbal ini adalah atas adanya sosialisasi Pemerintah dengan konsep ‘back to nature’ yang kemudian kami diarahkan untuk membuat bahan rempah. Tujuannya untuk hidup lebih sehat lagi tanpa ada bahan kimia, selain itu, sebelumnya karena sering melihat anak – anak sekarang yang membeli minuman instan.

Rinawati memulai usaha membuat minuman dengan bahan baku rempah – rempah berupa rimpang, buah lemon, dan bunga rosela ini sekitar satu tahun yang lalu, atas adanya arahan dari pemerintah untuk back to nature yang tujuannya agar hidup lebih sehat lagi tanpa mengkonsumsi bahan kimia.

“Awalnya ide pembuatan ini dari sosialisasi Pemerintah dengan konsep “back to nature” yang kemudian kami diarahkan untuk membuat bahan rempah. Tujuannya untuk hidup lebih sehat lagi tanpa ada bahan kimia,” tutur Rina.

Sebelum memasarkan di wilayah lain, Rina panggilan akrabnya mencoba unutk dipasarkan kepada warga sekitar terlebih dahulu, hasilnya masyarakat merespon cukup baik dengan olahan minuman yang telah dibuatnya. “Ternyata peminatnya banyak hingga akhirnya saya waktu itu mengirim sampai luar kota dari situ kami bukan usaha yang dikomersilkan,” ujarnya.

Untuk produk yang digunakan dalam minuman ini murni mengambil bahan baku rempah dari Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Seperti bunga rosela, lemon lokal asli Kediri yang cukup banyak dan ketiga ada empon empon mulai kunyit, temulawak jahe semuanya sangat murah dan mudah didapat di Kecamatan Semen. Saat ini, penjualan produk minuman tradsional ini sementara masih dipasarkan di Blitar, Tulungangung dan Surabaya. Bahkan kedepan rencana akan dipasarkan ke Jakarta serta diikutkan dalam sebuah acara pameran di Eropa.

Harga produk minuman tradsional ini juga relatif murah berkisar mulai Rp 2,5 – 6 ribu yang tediri dari 3 jenis produk minuman. Lemon drink Rp 2,5 ribu di reseler harga ecerannya Rp 3,5 ribu Rosela Rp 3,5 ribu untuk reseller dijual tertinggi Rp 4,5 ribu dan minuman empon-empon Rp 4 ribu dari reseler dijualnya sampai Rp 6 ribu. Melalui pembuatan produk minuman tradisional ini Rinawati mengaku bisa dapatkan omset hingga Rp 27 juta dalam satu bulan, pungkasnya. [adv kominfo/nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar