Iklan Banner Sukun
Ekbis

Inovasi Jadi Penolong UMKM Untuk Tetap Eksis Saat Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Harus menjadi unik dan menonjol baru bisa bertahan di tengah pandemi.  Brand usaha akan diingat konsumen jika Anda memiliki ciri khas produk.

Hal ini diungkap oleh Mariani Montu,  pemilik Zabay Collection saat webinar talkshow Creative UMKM Talks, antar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN by PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

 

“Hal yang penting untuk memulai UMKM adalah mulai dari beberapa hal kecil yang tidak membutuhkan banyak modal dan tidak banyak pikiran. Kita juga harus pintar membaca situasi sekitar, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan apa yang ada. Lalu kembangkan yang ada dan terus berinovasi demi survive apalagi saat era pandemi seperti ini,” ungkap Mariani.

Zabay Collection Manado ini mengaku justru berhasil ditengah pandemi karena kreativitas dan inovasinya mengembangkan produk aksesoris dari batok kelapa.  Ini pula yang membawanya memperoleh beberapa penghargaan dari Wakil Presiden RI, Menteri Pemberdayaan Perempuan, dan Menteri Pariwisata. Sebagai UMKM kriya yang bergerak di bidang batik dan aksesoris dari batok kelapa, Zabay Collection mengembangkan produk masker lipstick inovatif sebagai peluang menarik minat pasar di saat masa pandemi.

Acara yang diselenggarakan secara daring ini diikuti oleh 114 penggiat UMKM serta turut dihadiri oleh Senior General Manager Community Development Center Telkom Hery Susanto dan Mariani Montu, pemilik salah satu UMKM binaan Telkom, Zabay Collection Manado.

Creative UMKM Talks pada Survival Series volume 9 yang mengangkat tema “Pandemi, Siapa Takut?” merupakan refleksi ketangguhan para pelaku UMKM untuk tetap bertahan di era pandemi. Tema ini bertujuan untuk memberikan pandangan dan wadah dalam memberikan saran serta masukkan kepada seluruh UMKM dalam menghadapi era pandemi saat ini.

Dalam sambutannya, SGM Community Development Center Telkom Hery Susanto mengatakan kegitan ini merupakan wujud dukungan Telkom dalam pengembangan UMKM mencakup framework access to capital, access to funding, access to competence, dan access to commerce.

“Diharapkan dari tahun ke tahun semakin banyak ide-ide yang baik di UMKM sehingga dapat melakukan improvement untuk menjadi lebih baik lagi sekaligus berperan dalam meningkatkan ekonomi digital nasional” demikian disampaikan Hery.

Kegiatan Creative UMKM Talks berhasil menarik perhatian dengan jumlah peserta yang terus bertambah hingga akhir acara. Diharapkan Creative UMKM Talks dapat terus Telkom galakkan demi mendampingi, memotivasi, serta memberikan inspirasi para UMKM Binaan dalam hal pemanfaatan digitalisasi bisnis (go digital-go online-go global) untuk tetap berkreasi dan semangat dalam menjalankan usaha.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar