Ekbis

Inilah 3 Andalan Khofifah Percepat Perekonomian Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sudah mempersiapkan 3 program besar dalam upaya percepatan perekonomian di Jatim mulai dari sektor bisnis hingga wisata.

Tiga program itu adalah pengembangan Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Selingkar Wilis termasuk Jalan Lintas Selatan (JLS), dan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS).

Di Jalur Lintas Selatan (JLS), karena jalan ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang akan menghubungkan seluruh kabupaten yang berada di wilayah pantai selatan Pulau Jawa.

Proyek JLS meliputi delapan kabupaten, yaitu Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Saat ini, realisasinya masih mencapai 55,85 persen atau sekitar 300,81 kilometer (KM).

Ada sekitar 44,15 persen yang harus dikebut hingga 2021. Untuk itu, Kadin Jatim telah menyiapkan sejumlah skema terkait realisasi percepatan pembangunannya.

“Saat ini sebagian memang masih pembebasan lahan. Tetapi kami yakin hingga 2021 urusan pembebasan lahan bisa tuntas,” ungkap Gubenur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, usai acara yang digelar PWI Jatim, Harian Kompas, dan Kadin Jatim di Surabaya, Selasa (10/3/2020).

Sementara untuk program pengembangan Kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) akan dilakukan pembenahan pada pagar sisi kawah Bromo, rest area menuju puncak Seruni 1, membuat track khusus kuda dan jalur khusus mobil atau hardtop agar tidak merusak keaslian pasir, serta membangun skylift atau kereta gantung dari puncak B29 dan B30 masuk ke Puncak Seruni.

“Saya sudah minta pimpinan suku Tengger dan juga PHRI agar skyliftnya dibuat seperti itu, agar tidak mengganggu daya dukung alam dan income masyarakat setempat yang sudah ada,” harapnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi menyambut baik program JLS, karena dampaknya akan sangat signifikan dalam mendorong ekonomi lokal di Banyuwangi.

“Penyelesaian JLS bakal mengurangi disparitas antara wilayah selatan dan utara. Selama ini kesejahteraan warga di wilayah selatan Jatim selalu lebih rendah dibanding kawasan utara. Pendapatan per kapita dua kawasan itu timpang. Pusat ekonomi dengan infrastruktur memadai dan SDM unggul memusat di utara dengan Surabaya sebagai episentrumnya,” tandas Bupati Anas. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar