Ekbis

Ini Strategi PG Pasarkan Pupuk Non Subsidi ke Petani

Gresik (beritajatim.com) – Anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero), yakni PT Petrokimia Gresik, atau PG punya cara strategi sendiri untuk memasarkan pupuk non subsidi NPK Phonska Plus dan NPK Petro Nitrat ke petani.

Produsen pupuk yang memiliki tagline ‘solusi agroindustri’ itu, mengedepankan pendekatan pasar murah plus cara membayarnya dengan sistem tukar kupon.

Dirut PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menuturkan, tahap awal dua pupuk non subsidi itu dipasarkan di gerai Petromart. Tepatnya, di Sukapura, Probolinggo. Harapannya, dengan cara itu, petani bisa meningkatkan produktivitas pertaniannya dengan menggunakan pupuk non subsidi.

“Di pasar murah itu, petani bisa menebus produk non subsidi melalui sistem tukar kupon seharga Rp 250 ribu. Dari kupon ini, petani bisa mendapatkan satu sak pupuk NPK Phonska Plus isi 25 kilo, dan satu sak pupuk NPK Petro Nitrat kemasan 25 kilo, serta satu pak dekomposer Petro Gladiator kemasan 1 kilo. Ditambah, satu pak pupuk hayati Petro Biofertil kemasan 2 kilo,” katanya, Kamis (18/07/2019).

Rahmad Pribadi menjelaskan, jika dibeli di kios, total harga produk tersebut berkisar Rp 388 hingga Rp518 ribu. Namun, karena ada pasar murah. Petani mendapat diskon 35 hingga 50 persen.

“Kami memilih Probolinggo karena daerah itu berdekatan dengan Gunung Bromo. Kawasan ini terkenal subur, memiliki potensi pertanian yang besar, serta telah menjadi salah satu sentra hortikultura di Jawa Timur,” ungkapnya.

Selain memasarkan pupuk non subsidi. PG juga memberikan edukasi pertanian. Baik itu memperkenalkan aneka produk baru, cara aplikasi produk, konsultasi, serta layanan uji tanah gratis dengan menyediakan satu unit mobil uji tanah.

“Petani bisa membawa sample tanahnya dan dapat mengetahui kondisi terkini tanah mereka. Setelah dilakukan uji tanah,petani akan memperoleh rekomendasi pemupukan yang tepat dan berimbang. Tujuannya agar lahan pertanian memiliki produktivitas optimal dan berkelanjutan,” imbuh Rahmad.

Pasar murah ini kata dia, merupakan salah satu strategi program transformasi bisnis, yaitu memperkuat brand image produk non-subsidi untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar komersil domestik. Hal ini juga menjadi upaya strategis perusahaan

“Kami memiliki banyak produk non-subsidi dari hulu hingga hilir seperti benih unggul, pupuk, pengendalian hama, dekomposer, hingga probiotik. Karena target kami adalah untuk menjadi dominant player dan market leader,” tandas Rahmad Pribadi. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar