Ekbis

Ini Strategi Dirut Rahmad Pribadi, Bawa PG dari Produk Driven Menjadi Market Driven

Gresik (beritajatim.com)– PT Petrokimia Gresik (PG) resmi berusia 48 tahun tepatnya, 10 Juli 2020. Perusahaan yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur itu berdiri sejak tahun 1972. Semula PG hanya mampu memproduksi ribuan ton pupuk dan sekarang mencapai jutaan ton.

Kini, setelah hampir setengah abad berkiprah menjaga ketahanan pangan hingga memasuki era milenial. PG mampu menoreh banyak prestasi.

Perusahaan dengan tagline ‘Solusi Agroindustri’ itu mampu menjelma menjadi perusahaan yang siap bersaing di kawasan regional Asean. Lalu apa strategi yang dilakukan oleh perusahaan yang dipimpin oleh Dirut Rahmad Pribadi.

“Kami sudah menjalankan program transformasi bisnis sejak tahun 2019. Adapun sasarannya adalah menjadi perusahaan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (11/07/2020).

Untuk mencapai sasaran itu lanjut dia, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melakukan transformasi organisasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Transformasi bisnis Petrokimia Gresik merupakan burning platform bagi insan Petrokimia Gresik untuk keluar dari zona nyaman. Dimana transformasi ini berfokus pada perbaikan rantai pasok (supply chain) dan perubahan paradigma, yaitu dari product driven menjadi market driven,” ungkap Rahmad Pribadi.

Dengan paradigma baru itu kata Rahmad Pribadi, perusahaannya dituntut untuk lebih berorientasi pada pasar. Sehingga, produk atau layanan yang kita hasilkan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Transfomasi bisnis kami sudah dilakukan tahun 2019 ini dan sudah mulai memperlihatkan hasil. Diantaranya mengantarkan Petrokimia Gresik meraup laba bersih (audited) sebesar Rp1,5 triliun atau 129 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019 yang ditetapkan sebesar Rp1,16 triliun,” paparnya.

Transformasi juga menjadikan produk komersial Petrokimia Gresik berdaya saing hingga pasar global. Terbukti pada tahun 2019, Petrokimia Gresik mampu memecahkan rekor eskpor terbesar sepanjang sejarah perusahaan (392 ribu ton).

“Transformasi telah mengubah seluruh value chain pada tahapan paling efisien, sehingga produk-produk Petrokimia Gresik diharapkan dapat menjadi market leader dan dominant player di sektor agroindustri,” kata Rahmad.

Dirinya juga memastikan transformasi ini akan terus dijalankan, tapi tidak sebatas menjadi burning platform, melainkan sudah menjadi katalisator. Untuk itu, di tahun 2020 ini Petrokimia Gresik akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry dengan meneruskan hilirisasi produk, melalui tiga strategi, yaitu peningkatan kapasitas, rekonfigurasi pabrik, dan pengembangan produk baru. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar