Iklan Banner Sukun
Ekbis

Ini Penyebab Tingginya Harga Cabai di Magetan

Petani di Desa Plumpung, Plaosan, Magetan saat menunjukkan cabai yang rusak akibat hama patek.

Magetan (beritajatim.com) – Tingginya harga cabai hingga Rp 50 ribu per kilogram tak bisa dinikmati para petani di Magetan, Jawa Timur. Sebab tanaman cabai petani banyak yang busuk dan mengalami gagal panen akibat kena hama patek dan cuaca yang buruk.

Petani cabai di Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan mengeluh, sejak beberapa pekan lalu tanaman cabai mereka banyak yang membusuk dan rontok. Akibatnya cabai tidak laku dijual dengan harga tinggi. Kalau pun laku cabai yang masih hijau hanya sekitar Rp 25 ribu per kilogram dan cabe rawit merah 40 ribu per kilogram.

Padahal harga cabai di pasar saat ini mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Menurut para petani kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh curah hujan yang terlalu tinggi. Begitu hujan turun hama langsung menyerang tanaman cabai hingga membusuk.

“Kami tidak bisa menikmati. Harga pupuk dan obat mahal barangnya petani murah jualnya. Kalau dalam berita-berita harganya mahal tapi di petani murah. Kini harga cabai kami jual Rp 40 ribu per kilogram. Panen tidak bisa banyak, biasanya sampai satu kuintal, saat ini tidak sampai segitu. Tanaman banyak yang rusak karena cuaca buruk. Intinya petani tidak bisa menikmati harga cabai mahal,” kata Saijo, salah satu petani cabai, Sabtu (21/5/2022).

Berbagai upaya telah dilakukan para petani, termasuk penyemprotan berbagai jenis obat pertanian. Hanya saja cuaca buruk terus melanda. Petani berharap kalau pemerintah bisa turun tangan untuk meringankan beban petani, terutama untuk pupuk dan obat tanaman agar tak mudah rusak. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar