Ekbis

Ini Langkah Pemprov Atasi Melonjaknya Harga Bawang Putih

Surabaya (beritajatim.com) – Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menanggapi melonjaknya harga bawang putih di pasaran yang mencapai Rp 45 ribu-50 ribu per kg.

“Kami sudah sampaikan ke Bank Indonesia (BI) untuk diluruskan segera, karena harganya bawang putih sudah tidak realistis, di angka Rp 50 ribu per kg. Langkah yang diambil adalah kami mendesak agar segera merilis stok-stok yang ada di penyimpanan. Memang ada incoming impor untuk industri, banyak di Januari. Ada juga untuk konsumsi, satu kali pengiriman di Januari,” kata Emil kepada wartawan usai Talkshow Rumah Perubahan di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim terus memantau harga komoditas bawang putih di 116 pasar tradisional di Jawa Timur. Hasil pantauan Sejak Selasa (4/2/2020), harga bawang putih naik signifikan dari Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 46 ribu per kilogram.

Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan menjelaskan, untuk menutup kebutuhan bawang putih sebanyak 62.000 ton per tahun, Jawa Timur selalu impor bawang putih dari China.

Pemprov Jatim juga masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat yang saat ini sedang menggelar rapat terbatas, terkait komoditas bawang putih.

Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Jatim untuk menghitung potensi produksi bawang putih lokal Jawa Timur. “Sentra produksi bawang putih di Jatim tersebar di sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Bondowoso, Malang, Batu dan Probolinggo,” ujarnya.

Untuk diketahui, kenaikan harga bawang putih terjadi karena pasokan bawang putih impor dari negara pemasoknya, China berkurang. Dia menduga, pembatasan impor bawang putih dari China akibat efek dari isu virus corona. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar