Ekbis

Ini Jawaban Petrokimia Gresik Soal Alokasi Pupuk Bersubsidi

Gresik (beritajatim.com) – Menghadapi musim tanam awal tahun 2020, Petrokimia Gresik (PG) perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 01 tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2020 yang terbit pada tanggal 2 Januari 2020 ditetapkan bahwa alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2020 adalah sebesar 7,94 juta ton.

Terkait dengan itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik (PG) Yusuf Wibisono menuturkan bahwa Permentan tersebut mengatur alokasi pupuk bersubsidi di tingkat provinsi. Selanjutnya, pemerintah provinsi melalui Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian Provinsi membagikan alokasi tersebut ke tingkat kabupaten. Kemudian, pemerintah kabupaten melalui SK Dinas Pertanian Kabupaten membagikannya ke tingkat kecamatan.

“Peraturan-peraturan itulah yang menjadi pedoman bagi kami dalam menyalurkan alokasi pupuk bersubsidi,” tuturnya, Selasa (28/01/2020).

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi nasional dalam dua tahun terakhir memang menurun. Pada tahun 2018 pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi 9,55 juta ton. Alokasi ini kemudian turun menjadi 8,87 juta ton di tahun 2019 dan kembali turun menjadi 7,94 juta ton di tahun 2020. “Penurunan tersebut berdampak secara merata hampir di seluruh daerah, termasuk di Jawa Timur,” katanya.

Kendati demikian Petrokimia Gresik secara prinsip senantiasa siap menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi penugasan pemerintah. “Dari 7,94 juta ton alokasi pupuk bersubsidi nasional, Petrokimia Gresik mendapat alokasi penyaluran sekitar 4,17 juta ton,” ungkapnya.

Di musim tanam pada awal tahun 2020, Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 744.816 ton. Rincianya, pupuk Urea 48.881 ton, ZA 129.075 ton, SP-36 132.830 ton, NPK Phonska 421.288 ton dan organik Petroganik 12.742 ton.

Sedangkan wilayah yang menjadi tanggungjawab Petrokimia Gresik adalah, untuk pupuk Urea di 27 kabupaten di Jawa Timur, NPK Phonska di seluruh Indonesia (kecuali 17 kabupaten di Jawa Barat), Petroganik di seluruh Indonesia (kecuali Banten dan Jawa Barat), ZA dan SP-36 di seluruh Indonesia.

Untuk Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 161.737 ton. Rinciannya pupuk Urea 900 ton, ZA 13.926 ton, SP-36 30.206 Ton, NPK Phonska 116.477 ton, dan organik Petroganik 228 ton.

Adapun petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar