Ekbis

Ini Harapan Pelaku Wisata di Desa Bejijong

Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Sanggar Bagaskara berharap pendampingan dan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diberikan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) terhadap para pelaku wisata di Desa Wisata Bejijong tidak berhenti di sini saja.

“Ada empat destinasi wisata di Desa Bejijong, Candi Brahu, Candi Gentong, Budha Tidur dan Siti Inggil (petilasan Raden Wijaya). Saya berharap desa ini kedepan sebagai destinasi pariwisata nasional bahkan internasional, sehingga harapannya pelatihan dan pendampingan peningkatan SDM bisa berlanjut,” ungkap Ketua Sanggar Bagaskara, Supriyadi, Sabtu (25/5/2019).

Masih kata Supriyadi, ia berharap lima tahun kedepan masyarakat di Kampung Majapahit atau Desa Wisata Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto bisa berdaya lewat pariwisata dan bisa dijual. Menurutnya, saat ini masih banyak sarana dan prasarana (sarpras) yang perlu dibenahi.

“Meski orang pariwisata bilang Desa Bejijong sudah layak dijual, tapi pembinaan perlu ditingkatkan terus. Pemkab harus berperan karena selama ini kurang untuk Bejijong, setiap daerah harus dipetakan desa wisata yang siap didampingi dan pindah ke lain. Selama ini bias, tidak fokus,” katanya.

Supriyadi menjelaskan, dari 600 homestay yang ada di Kecamatan Trowulan hanya homestay di Desa Bejijong yang sudah jalan dan menjadi ikon. Meski dari 200 homestay yang ada, baru 50 homestay yang siap pakai. Selain memiliki empat destinasi pariwisata unggulan Bejijong, industri kreatif paguyuban sudah ada.

“Termasuk masakan tradisional dan seni budaya sudah dibentuk, seperti pakaian, kaos dan batik juga ada. Karakteristik Bejijong kuat yang ditunjang industri kreatif, seperti kerajinan terakota dan batik. Kalau ke Bejijong, oleh-oleh sudah bisa dibeli dan masyarakat Bejijong sendiri yang mengelola,” jelasnya.

Supriyadi menjelaskan, homestay di Bejijong sudah ada paguyuban homestaynya sehingga jika ada wisatawan yang datang cukup datang ke sekretariat untuk mengetahui cara booking homestay yang ada. Nantinya wisatawan akan diantar ke homestay milik warga sekitar.

“Mau paket wisata juga ada. Semua lengkap, mau berbasis budaya atau berbasis industri kreatif. Kalau pelajar biasanya yang berbasis industri kreatif seperti belajar batik, belajar terakota. Kalau paket pertunjukan dan makanan tradisional ada di setiap Minggu legi, kalau latihan kerawitan ada di hari Minggu,” jelasnya.

Menurutnya, paket wisata di Desa Wisata Bejijong mulai harga Rp200 ribu per hari tergantung menu. Namun jika ada pertunjukan maka harga berbeda. Saat ini, Desa Wisata Bejijong sudah menerima CSR dari pihak perbankan untuk mengembangkan potensi.

Sekedar diketahui di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto sendiri ada enam desa wisata. Selain Desa Bejijong, lima desa wisata lainnya yakni Desa Trowulan, Jati Pasar, Jati Sumber, Temon dan Desa Sentonorejo. Desa wisata di Trowulan bisa dilihat dari bangunan pagar dan rumah Majapahit. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar