Ekbis

Ini Cara Petrokimia Gresik Dorong Daerahnya Jadi Agraris Pertanian

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih (kanan) dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) saat menanam padi dengan pupuk cair bersubsidi

Gresik (beritajatim.com)- Petrokimia Gresik (PG) punya cara tersendiri mendorong daerah (Kabupaten Gresik) menjadi agraris pertanian. Pasalnya, selama ini Kabupaten Gresik dikenal sebagai daerah industri. Namun, peran sektor pertanian dalam pencapaian swasembada pangan cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini Kabupaten Gresik memiliki 64 hektar lahan tanaman padi. Sedangkan, jumlah produksi beras yang dihasilkan mencapai 264 ribu ton per tahun. Dengan capaian itu, membuktikan bahwa Kabupaten Gresik masih tetap berpotensi sebagai wilayah agraris.

Melalui demonstration plot (Demplot), di lahan pertanian. Anak usaha Pupuk Indonesia itu juga melakukan tanam bersama dampak baik berkelanjutan atau dambaan, di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menuturkan, melalui skema demplot dambaan ini ingin memberikan hasil pertanian yang terbaik di Kabupaten Gresik yang menjadi home base perusahaannya. “Demplot ini merupakan dukungan kami agar sumbangsih pertanian di Gresik untuk ketahanan pangan nasional semakin optimal,” tuturnya, Senin (12/04/2021).

Digna menjelaskan semua potensi pertanian saat ini harus dioptimalkan, termasuk di Gresik. Hal ini karena
peran sektor pertanian sangat krusial di masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, pertanian menjadi tonggak pengaman di tengah wabah karena masyarakat membutuhkan pangan sebagai kebutuhan dasar. “Peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan menjadi semakin penting dan strategis di tengah pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Demplot Dambaan lanjut Digna, digelar di 21 titik yang berada di 15 kecamatan di Kabupaten Gresik. Lima belas kecamatan tersebut adalah Kebomas, Cerme, Benjeng, Wringinanom, Menganti, Kedamean, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah, Panceng, Dukun, Duduksampeyan, Driyorejo, dan Balongpanggang.

Total luas lahan demplot mencapai 10,5 ha, dimana masing-masing titik seluas 0,5 ha. Demplot ini melibatkan 20 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 21 Kelompok Pertanian (Poktan), serta didampingi perwira dan staf teritorial dari 15 Koramil dan 21 Babinsa. “Dalam hal ini, Petrokimia Gresik memberikan bantuan berupa benih, serta pendampingan teknologi pemupukan dan kawalan pestisida,” ujar Digna.

Dalam demplot ini, menggunakan pupuk cair bersubsidi Phonska Oca. Penggunaan pupuk organik itu, pertama kalinya dilakukan oleh petani Gresik. Pupuk tersebut merupakan komplementer atau tambahan untuk melengkapi konsep pemupukan yang berimbang. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar