Ekbis

BAF Beri Keringanan Angsuran Bagi Nasabah Terdampak Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – PT Bussan Auto Finance (BAF) berikan keringanan pada nasabah mereka dengan memperpanjang waktu jatuh tempo pembayaran cicilan mereka hingga restrukturisasi kredit yang diharapkan bisa meringankan cicilan tiap bulannya.

“Sebagai bentuk kepedulian serta mendukung kebijakan pemerintah dalam meringankan kondisi keuangan konsumen, BAF melakukan beberapa kebijakan terkait dengan pembayaran angsuran bagi konsumen yang terdampak langsung wabah Covid-19, di antaranya perubahan tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran, serta restrukturisasi kredit konsumen untuk meringankan pembayaran angsuran setiap bulannya,” Lynn Ramli, Presiden Direktur BAF.

Syaratnya nasabah yang mengajukam restrukturisasi pinjamannya harus lolos assessment dan analisa lebih lanjut atas permohonan tersebut yang kemudian akan disesuaikan dengan kebijakan perseroan (BAF). Konsumen BAF dapat mengajukan permohonan restrukturisasi kredit dengan mudah tanpa perlu mendatangi Kantor Cabang BAF, hanya dengan mengirimkan formulir permohonan yang dapat diunduh di www.baf.id.

“Hal ini sebagai salah satu upaya BAF yang sejalan dengan imbauan pemerintah Indonesia terkait social distancing/ physical distancing untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19,” tambahnya.

Meskipun ada relaksasi bagi nasabah terdampak, BAF mengimbau kepada konsumen BAF yang tidak terdampak wabah virus COVID-19 agar tetap melakukan pembayaran angsuran sesuai dengan perjanjian, agar terhindar dari sanksi denda dan catatan negatif di dalam Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) dan agar selalu mengikuti informasi resmi dari kanal media resmi BAF, serta melaporkan kepada BAF apabila terdapat debt collector yang melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus terkait kemungkinan Non-Performing Financing (NPF) yang naik akibat wabah Covid-19, namun kami akan berupaya menjaga NPF di bawah level 1%, seperti yang telah berhasil kami capai di tahun 2019,” paparnya.

Pada tahun 2019, BAF membukukan kinerja keuangan yang cukup baik dengan total penyaluran pembiayaan baru meningkat 15% (YoY) di tahun 2019, total piutang pembiayaan bersih tumbuh sekitar 16%, serta jumlah aset BAF yang tumbuh sekitar 14% menjadi hampir Rp 13 triliun pada akhir tahun 2019. BAF akhirnya membukukan kenaikan laba bersih mencapai 31% (YoY) di tahun 2019. Hasil laba tahun berjalan ini telah memperhitungkan dampak dari penerapan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan.

BAF tetap beroperasi dengan terus berupaya memberikan pelayanan optimal kepada konsumen dan melakukan beberapa program menarik yang dapat meningkatkan penjualan, serta meningkatkan kerja sama dengan Yamaha Indonesia dan dealer Yamaha. [rea/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar