Iklan Banner Sukun
Ekbis

Ingat 25 September, Wisata Petik Buah Melon Sistem Green House di Mojokerto

Muhammad Fatihul Munir (35) saat memeriksa buah melon dengan sistem green house.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Muhammad Fatihul Munir, petani 35 ini membuka wisata petik buah melon di di lahan yang disewa di Dusun Pelintahan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Wisata petik buah melon dengan sistem green house akan digelar, Sabtu (25/9/2021) besok.

Petani asal Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini sukses budidaya melon dengan sistem green house dengan omzet antara Rp25 juta sampai Rp30 juta per setiap kali panen. Kali ini, melon jenis Sakata Glamor ini yang memasuki masa panen akan dibuka untuk wisata petik buah melon.

“Saya sudah panen beberapa kali dengan pemasaran di sejumlah supermarket. Namun panen kali ini, sesuai permintaan warga akan di buka wisata petik buah melon kwalitas green house. Karena warga ingin merasakan rasa buah yang ditanam dengan sistem green house,” ungkapnya, Kamis (23/9/2021).

Masih kata mantan honorer Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto ini, di lahan seluas 600 meter persegi ini ia mengembangkan melon jenis Sakata Glamor. Di lahan yang sewa Rp4 juta per tahun ini, ia menanam buah melon antara 1.300 sampai 1.500 bibit.

“Pengunjung tidak dipungut biaya. Hanya saja pengunjung yang mengambil buah melon akan ditarik biaya sesuai dengan berat buah melon yang bakal dibawa pulang. Selain itu, pengunjung juga tidak boleh makan di dalam lokasi green house. Harganya bervariasi dilihat dari kualitas,” katanya.

Mulai dari Rp10 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Ia berencana membuka wisata petik buah melon pada, Sabtu (25/9/2021). Melon jenis Sakata Glamor ini bisa menghasilkan Rp25 juta sampai Rp30 juta per setiap panen. Dalam satu tahun, ia bisa panen empat panen. Sistem green house dinilai sangat menguntungkan.

“Meski modal awal mahal, antara Rp30 juta sampai Rp40 juta untuk green house. Namun semua tergantung bahannya, tapi keuntungannya aman dari hama, penyakit, virus dan panas. Karena minim pestisida dan tingkat keberhasilan 90 persen. Melon jenis ini dagingnya berwarna oranye, dagingnya tebal, rasanya manis dan teksturnya renyah,” jelasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar