Ekbis

Inflasi Maret, Jember Tertinggi di Jatim

Foto ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Inflasi di Kabupaten Jember pada Maret 2020 tertinggi di Jawa Timur, yakni 0,34 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 104,62 persen. Jawa Timur sendiri mengalami deflasi 0.01 persen.

Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jember Candra Birawa mengatakan, inflasi tertinggi dipicu oleh kenaikan harga rokok. “Ini pengaruh bea cukai rokok yang dinaikkan pemerintah sejak Januari 2020. Komoditas ini setiap bulannya terus menyesuaikan harga secara bertahap,” katanya, Rabu (1/4/2020).

Maret ini, penyesuaian harga rokok mencapai 14,29 persen. “Ini akan terus naik setiap bulannya sampai pada titik tertentu sesuai persentase besaran bea cukai rokok yang diberlakukan,” kata Candra.

Inflasi juga dipicu kenaikan harga emas perhiasan dunia. “Kenaikannya cukup signifikan seiring naiknya mata uang dolar karena pandemik Covid-19. Jadi inflasi Maret ini lebih banyak disebabkan hal yang bukan kewenangan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) seperti rokok dan emas. Kalau kita jumlah share untuk dua komoditas ini saja sudah mencapai 0,44 persen,” kata Candra.

“Sementara untuk bahan makan lain cabe, bawang putih, minyak goreng, beras, tomat dan lain-lain justru mengalami deflasi cukup signifikan. Komoditas ini termasuk volatile foods. Bahkan harga beras juga turun,” kata Candra. Namun deflasi komoditas volatile ini tidak mampu menghambat laju inflasi.

“Mungkin yang jadi perhatian TPID adalah harga komoditas strategis yang mengalami inflasi signifikan, yakni gula pasir. Tercatat harga di pasaran pada minggu keempat Maret kemarin mencapai Rp 17 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram,” kata Candra.

Candra memperkirakan, inflasi akibat Covid-19 akan terasa pada April ini. “Permintaan masyarakat tinggi, sementara suplai dan pedagang sulit berjualan,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Kantor Bank Indonesia Jembner Hestu Wibowo mengatakan, masih perlu diwaspadai peningkatan tekanan inflasi inti yang didorong kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan peningkatan harga emas dunia dan kenaikan harga gula pasir yang disebabkan terbatasnya stok.

“Adapun berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan. Barang Pokok (Siskaperbapo), sampai dengan minggu keempat Maret 2020, harga komoditas pangan strategis lima kabupaten Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang terpantau relatif terjaga, kecuali harga gula pasir dan cabai rawit yang terpantau mengalami peningkatan,” kata Hestu. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar