Ekbis

Industri Rumahan Jajan Tradisional di Mojokerto Terpukul Pandemi

Sejumlah karyawan home industri jajan tradisional di Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sedang beraktifitas. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski jelang Hari Raya Idul Fitri, usaha rumahan jajanan tradisional keripik singkong di Mojokerto sepi pembeli. Salah satu penyebabnya karena situasi pandemi Covid-19. Beruntung, pemilik home industri ini masih punya satu usaha lain, yakni pembuatan kacang telur, meski juga mengalami penurunan hingga 40 persen.

Pemilik home industri jajan rumahan, Khudori (40) mengatakan, berkurangnya pembeli di tengah wabah virus corona membuatnya harus berfikir mencari alternatif lain agar usahanya tetap jalan meski hasilnya tidak seberapa. “Terpaksa keripik singkong berhenti karena sepi,” ungkapnya, Senin (18/5/2020).

Warga Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini, lebih memilih usaha pembuatan kacang telur. Dipilihnya kacang telur lantaran masih banyak masyarakat yang membutuhkan untuk cemilan sehari-hari. Ditambah lagi dengan moment ramadan menjelang hari raya Idul Fitri.

“Di sisi lain, dengan satu usaha bisa meminimalisir pengeluran. Karena percuma menjalankan keduanya jika tidak untung. Padahal biasanya kalau sudah menjelang ramadan itu sudah banyak yang pesan. Apalagi menjelang hari raya seperti ini, saya membuatnya sampai kewalahan. Tapi sekarang justru sepi,” katanya.

Menurutnya, selama 10 tahun menekuni usaha rumahan itu tak pernah mengalami kemerosotan yang cukup tajam seperti saat ini. Tak tanggung-tanggung untuk pembuatan kacang telur, penuurunan omzet mencapai 40 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Satu hari biasanya mampu menjual satu setengah ton, sekarang kadang tidak sampai 1 ton. Itu pun baru saja pesanan mulai berdatangan pada saat awal Ramadan kemarin, pembeli juga dari Mojokerto saja. Sejumlah agen jajanan yang ada di beberapa daerah. Seperti malang, Surabaya, Madiun, Banyuwangi juga mengalami hal yang sama. Semuanya sepi, terdampak Covid-19,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar