Ekbis

Industri Karoseri Otobus Lesu Selama Pandemi, Penjualan Turun 95 Persen

Industri Karoseri Adi Putro di Malang.

Malang(beritajatim.com) – Dampak dari pandemi Covid-19 membuat industri karoseri milik PT Adiputro Wirasejati di Jalan Raya Balearjosari, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sepi orderan. Bisnis ini lesu selama enam bulan terakhir.

Aktivitas bising suara para pekerja dalam pembuatan rangka, pemasangan panel (paneling), pendempulan dan pengecatan, pembuatan interior, penyelesaian hingga pengecekan mutu, tidak tampak. Hanya terdapat beberapa pekerja saja yang tampak di beberapa divisi.

“Jumlah karyawan 1.500 orang, kena rasionalisasi separuh dari mereka di rumahkan. Dari separuh ini juga masih on-off (bergantian),” kata salah satu Direktur Adi Putro, Jesse Jethrokusumo, Sabtu, (29/8/2020).

Sejak pandemi Covid-19 order di Adi Putro terus mengalami penurunan. Curva pemesanan terus anjlok bahkan jika dipresentasekan penurunan penjualan menyentuh angka 95 persen. Mereka pernah mencatat 0 order selama tiga bulan. Selama itu pula tidak ada proses produksi di perusahaan ini.

“Penurunan sampai 95 persen, sejak Maret curva penjualan semakin turun. Kita bahkan pernah tidak ada penjualan sama sekali atau nol order, itu kisaran bulan Mei, Juni, dan Juli,” ujar Jesse.

Salah satu Direktur lainnya, David Jethrokusumo mengatakan jika dibandingkan tahun lalu pada 2019 rata-rata jumlah produksi di karoseri Adi Putro mencapai 125 hingga 150 unit. Saat pandemi ini pernah menyentuh nol order, di Agustus ini mereka menerima pesanan 3 unit.

“Kalau perbandinganya situasi normal dan pandemi 2019 kita 125 sampai 150 unit per bulan. Sekarang nol order pernah selama tiga bulan dan 3 unit di Agustus ini. Pengusaha Otobus sendiri juga memikirkan efisiensi pengeluaran, mereka berpikir dua kali sebelum pesan unit karena pariwisata ditutup ekonomi juga masih lesu,” papar David.

Sejak fokus di industri karoseri pada 1973 Adi Putro kini lebih banyak merakit bus besar bersasis Mercy dan Hino, serta sasis Isuzu untuk minivan empat roda. Mereka punya bus varian andalan yang mereka beri nama Jetbus. Keunggulan Jetbus adalah penggunaan teknologi suspensi udara (air suspension), selain tampilan yang mewah, lapang, dan nyaman.

“Dengan pandemi ini memang terjun payung. Kami berharap kalau bisa Covid-19 besok berakhir. Saya sempat bayangkan misalkan vaksin keluar kemudian bisnis mampu pulih 50 persen saja itu sudah bagus. Karena krisis moneter se-Indonesia saja butuh waktu 2 tahun untuk pemulihan,” tandas David. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar