Iklan Banner Sukun
Ekbis

Imbas Pandemi Intiland Tahan Laba Bersih Mereka Untuk Recovery

Surabaya (beritajatim.com) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Intiland Development Tbk memutuskan menahan laba bersih sebesar Rp 74,8 miliar sisanya sebesar Rp 2 miliar sebagai cadangan wajib mereka.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, mengapresiasi para pemegang saham yang telah menyetujui seluruh agenda
RUPS dan rencana-rencana stategis yang akan dijalankan manajemen.

Archied menjelaskan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan maret 2020 membawa dampak signfikan terhadap perekonomian secara luas, termasuk terhadap sektor properti nasional. Kondisi tersebut juga secara langsung menyebabkan penurunan kinerja usaha perseroan, terutama diakibatkan anjoknya angka penjualan. Pasar properti mengalami kontraksi akibat turunnya permintaan dan pembelian properti dari masyarakat.


Konsumen dan investor properti cenderung mengambil sikap untuk menunda pembelian dan menunggu terjadinya perubahan situasi.

Menghadapi situasi tersebut, Perseroan telah menentapkan sejumlah langkah strategis sebagai upaya untuk menjaga operasional usaha. Perseroan perlu memprioritaskan langkah-langkah untuk
meningkatkan kinerja penjualan sekaligus menjaga stabilitas pengelolaan keuangan dan arus kas
secara hati-hati.

“Prospek bisnis ke depan masih sangat menantang akibat melemahnya perekonomian dikarenakan pandemi Covid-19. Kami perlu mengambil langkah-langka prioritas untuk menjaga roda operasional perusahaan terus berputar, menciptakan stabilitas keuangan, dan mendorong kinerja penjualan,” ujarnya lebih lanjut.

Menghadapi situasi yang tidak menggembirakan ini, Perseroan berupaya maksimal menjaga kinerja
perusahaan dan tetap fokus menjalankan empat strategi utama pertumbuhan. Kempat strategi
tersebut yakni pertumbuhan secara organik, peluang akuisisi, menjalankan kerjasama strategis melalui joint venture atau joint operation, serta pengelolaan modal dan investasi.

Perseroan mencermati adanya perubahan pola pasar properti yang menjadi lebih optimis sejak awal
tahun 2021. Permintaan masyarakat dan konsumen terhadap produk-produk properti mulai bertumbuh. Gejala tersebut juga terjadi di sejumlah pengembangan proyek Perseroan, khususnya di pasar rumah tapak.

Potret perubahan tersebut juga terlihat dari kinerja penjualan di kuartal I tahun ini. Perseroan tercatat berhasil membukukan marketing sales Rp310 miliar, atau naik 166% dbandingkan perolehan kuartal I tahun 2020. Jumlah tersebut belum termasuk kontribusi dari pendapatan berkelanjutan yang
mencapai Rp176 miliar yang berasal dari segmen properti investasi, seperti perkantoran sewa dan pengelolaan lapangan golf dan sarana olahraga.

“Penjualan dari segmen kawasan perumahan memberikan kontribusi terbesar senilai Rp222 miliar atau 71,5 persen. Sisanya berasal dari penjualan dari segmen kawasan industri dengan kontribusi sebesar 19,2 persen dan mixed-use hanya 9,4 persen,” ungkap Archied.

Prospek Pasar Properti Archied memproyeksikan industri properti masih akan terus beradaptasi dan mencari titik balik untuk kembali mencapai pertumbuhan. Seluruh pelaku industri properti dituntut untuk mampu
menyesuaikan dan mencari cara-cara inovatif menghadapi dinamika pasar dan konsumen.

Meskipun prospek pasar properti ke depan masih penuh tantangan, namun Perseroan optimistik situasi dan kondisi akan berangsur-angsur membaik. Saat ini justru memberikan peluang yang cukup baik bagi konsumen untuk melakukan pembelian dan berinvestasi properti di saat pasar sedang turun
dan banyak insentif kemudahan pembelian dari pengembang dan pemerintah.

“Saat ini adalah momentum terbaik bagi konsumen dan investor untuk pembelian properti. Pasar properti dalam tren positif seiring meningkatnya permintaan masyarakat dan adanya insentif
kebijakan pemerintah,” tandasnya.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar