Ekbis

Imbas Pandemi Covid-19, Penjualan Ikan Bandeng Gresik Turun 40 Persen

Gresik (beritajatim.com) – Imbas adanya pandemi Covid-19 dan ditiadakannya pasar bandeng, penjualan ikan tersebut turun hingga 40 persen.

Penurunan dirasa sangat memukul para penjual ikan bandeng. Pasalnya, dibanding tahun lalu saat menjelang Lebaran, mereka mampu menjual ikan bandeng hingga 1 ton. Namun, saat ini akibat virus Covid-19 rata-rata bisa menjual 3 kuintal ikan bandeng.

Salah satu penjual ikan bandeng asal Desa Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik, Fahkrul (27) menuturkan saat ini sebagian besar penjual ikan bandeng mengeluh karena penjualannya drop hingga 40 persen. Padahal, kalau tidak ada Covid-19 dipastikan penjualannya bisa meningkat.

“Dulu bisa jual sampai 1 ton. Sekarang bisa menjual 3 kuintal saja itu sudah banyak,” tuturnya, Kamis (21/05/2020).

Masih menurut Fahkrul, sebagai strateginya agar ikan bandeng yang dijual tetap dimintati masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Dirinya, bersama rekannya Mudlofar (29) berkeliling di sejumlah ruas jalan jalan dengan menggunakan mobil bak terbuka menawarkan ikan bandeng yang dijual.

“Selain berkeliling di jalan-jalan. Kami juga berjualan secara online menjajakan ikan bandeng segar,” ujarnya.

Harga ikan bandeng yang ditawarkan ke masyarakat dilihat dari bobotnya. Untuk bobot 1 kilogram dihargai Rp 50 ribu. Sedangkan diatas 2 kilogram mencapai harga Rp 105 ribu.

Kejadian adanya pandemi Covid-19 sangat memukul para penjual ikan bandeng di Gresik. Mereka sebelumnya berharap bisa mendapatkan berkah dari usahanya yang digelutinya bertahun-tahun. Namun, semuanya telah berubah saat ada Covid-19 datang.

“Kami berharap bisa normal lagi seperti sediakala,” tandas Fahkrul. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar