Ekbis

HPP Garam Masih Buram, Petani Kelimpungan

Hasil panen petani garam di Kabupaten Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) hasil produksi garam rakyat oleh pemerintah, hingga saat ini masih buram.

Kabid Perikanan dan Budi Daya, Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Moh. Mahfud mengaku hingga kini pihaknya belum menerima informasi HPP garam. Padahal saat ini sudah memasuki masa puncak panen garam rakyat. Tetapi, harga garam justru anjlok. “Wajar kalau para petani garam menjerit karena hasil panennya tak terbeli dengan harga layak,” terangnya, Kamis (24/10/2019).

Ia juga mengatakan bahwa harga garam rakyat dengan kualitas terbaik terjual Rp 400 hingga Rp 450 per kilogram, harga tersebut jelas kurang menguntungkan bagi petani. Bahkan, untuk hitung-hitungan bisnis merugikan petani.

Idealnya, menurut Mahfud, harga garam K-1 bisa terjual di atas Rp 1.000/kg. Sebab, break-even point (BEP) garam kisaran antara Rp 800 hingga Rp 900 per kg. “Idealnya harga garam K-1 itu di atas Rp 1.000. Dengan begitu, petani bisa mendapatkan keuntungan meskipun tidak besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko juga mengaku tidak bisa memastikan kapan HPP garam akan diterbitkan oleh pemerintah pusat. Tetapi, pihaknya juga berharap agar HPP garam tinggi, bahkan menurut Budi idealnya harga garam rakyat dengan kualitas terbaik layak dihargai Rp 1.500/kg.

“Kami juga tidak bisa berbuat banyak, kami hanya bisa melakukan serapan mengikuti harga di pasaran,” tandasnya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar