Ekbis

Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Hotel di Jombang Tampung Produk IKM

Kepala Disperindag Jombang Bambang Nurwijanto (kanan) saat meninjau Gerai IKM Jombang di Green Red Hotel Syariah Jombang, Selasa (16/3/2021). [Foto: Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama satu tahun benar-benar memukul IKM (Industri Kecil Menengah) di Kabupaten Jombang. Betapa tidak, omzet para pengusaha tersebut terjun bebas selama badai pandemi. Bahkan banyak IKM yang tutup.

Berbagai upaya digagas untuk membangkitkan IKM dari keterpurukan. Salah satunya seperti yang dilakukan Green Red Hotel Syariah Jombang. Hotel yang berada di Jl Sukarno-Hatta Jombang ini membuka gerai produk IKM. Para pengusaha bisa menaruh barangnya di gerai tersebut secara gratis.

Gerai IKM Jombang itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jombang Bambang Nurwijanto, Selasa (16/3/2021), dengan pengguntingan pita. Juga dilakukan pemecahan kendi berisi bunga yang dilakukan GM (General Manager) Green Red Hotel Syariah Riyadi Saputra.

Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan dari 16 asosiasi IKM di Kota Santri, kemudian dari akademisi, serta undangan berasal dari instansi terkait. “Semoga dengan adanya gerai IKM ini bisa mendongkrak penjualan produk IKM di Jombang,” kata M Kodri, Ketua Pelaksana Launching Gerai IKM Jombang.

Pria yang juga Ketua APMA (Asosiasi Pengusaha Manik) Jombang ini menjelaskan, kondisi IKM di Kota Santri kedodoran selama pandemi. Omzet penjualan mereka terjun bebas. Kodri lalu mencontohkan pengusaha manik di Kecamatan Gudo yang ‘ngos-ngosan’ selama pandemi.

Menurut Kodri, APMA Jombang memiliki 89 anggota/pengusaha. Dari jumlah itu, omzet mereka tembus Rp 1,8 miliar per bulan. Namun saat pandemi, omzet itu terjun bebas. “Selama pandemi, omzet mereka turun 70 persen,” kata Kodri.

Bahkan, lanjutnya, berdasarkan data terahir, terdapat sekitar 34 perajin manik yang gulung tikar. Itu karena pasar manik-manik juga sepi. Selama ini para perajin menjual hasil produksinya ke Pulau Bali, Kalimantan, Jakarta, serta Kupang.

Pembukaan gerai IKM Jombang di Green Red Hotel Syariah Jombang yang ditandai dengan pengguntingan pita, Selasa (16/3/2021)

Sedangkan pasar luar negeri meliputi Italia, Spanyol, Malaysia, Jepang, serta Timor Leste. “Selama pandemi banyak yang menerapkan lockdown. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap penjualan manik. Jarang permintaan yang datang dari kota-kota tersebut. Baik dalam negeri maupun luar negeri,” kata Kodri.

Kodri menambahkan, kelemahan IKM lainnya adalah soal marketing. “Oleh sebab itu, kami menghadirkan gerai ini untuk pemasaran produk IKM di Jombang. Karena di Hotel Green Red banyak tamu yang berasal dari luar kota,” ujar Kodri.

Di tempat yang sama, GM Green Red Hotel Syariah Jombang Riyadi Saputra mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng para pelaku usaha. Hal itu sebagai upaya membangkitkan ekonomi di tengah pandemi. Pihak hotel menyediakan gerai secara gratis. Pelaku IKM bisa menaruh produknya di gerai itu.

Gayung pun bersambut. Para pelaku usaha menangkap peluang tersebut. Mereka bersedia menaruh produk mereka di gerai IKM. Maka tidak heran, sejak sepekan terakhir ini produk IKM memenuhi gerai. Mulai manik-manik, kerajinan cor kuningan, perabot rumah tangga berbahan kayu, batik, kopi khas Wonosalam, serta aneka camilan.

“Sebanyak 16 asosiasi pengusaha siap mengisi gerai IKM Jombang ini. Tempatnya kami gratiskan. Harapannya, produk IKM Jombang bisa menjadi oleh-oleh bagi tamu hotel. Karena 80 persen tamu yang menginap di Green Red berasal dari luar kota,” kata Riyadi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jombang Bambang Nurwijanto menyambut baik dibukanya gerai IKM di Green Red Hotel. Dia beraharap, adanya gerai tersebut bisa meningkatkan penjualan produk IKM.

Pasalnya, selama pandemi kondisi IKM sangat terpukul. Omzet mereka turun drastis. “Pembukaan gerai ini sangat positif bagi perkembangan IKM. Kami ucapkan terima kasih kepada manajemen Green Red yang sudah memfasilitasi pelaku industri kecil,” ujarnya.

Bambang menambahkan, di tengah pandemi pihaknya tetap melakukan pembinaan terhadap pelaku IKM di Kota Santri. Mereka juga diikutkan pameran sebagai sarana promosi. “Namun demikian, soal permodalan, kami belum bisa memberikan,” ungkapnya usai acara. [suf]

Penandatanganan nota kerjasama antara manajemen Green Red Hotel dengan pelaku IKM, Selasa (16/3/2021)


Apa Reaksi Anda?

Komentar