Ekbis

Hobi Tanaman Hias Antarkan Guru di Kabupaten Malang Jadi Jutawan

Malang (beritajatim.com) – Dari hobi membawa hoky. Hal itulah yang dirasakan pasangan suami istri (Pasutri) bernama Ahmad Sukarianto dan Rohmatul Jannah, warga desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Bermula dari kesukaannya budidaya tanaman hias, pasutri ini mampu mendapat omset hingga mencapai ratusan juta rupiah dalam setiap bulannya dari budidaya tanaman hias yang digeluti. Kebun itu, diberi nama Kebun 123, berlokasi Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

kebun milik pasutri yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru itu, mengerjakan beberapa orang ampak karyawan. Mereka bertugas merawat sekaligus menata berbagai macam jenis tanaman hias seperti bunga Anggrek, Kaktus, Cemara, Kanza, dan tanaman Moonlig.

Istri Ahmad Sukarianto, Rohmatul Jannah yang sehari-harinya mendampingi karyawan dalam merawat kebun itu mengatakan bahwa selain dibudidayakan, Kebun yang ia dirikan sejak tahun 2016 itu juga menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat Kabupaten Malang. “Kalau hari-hari biasa, pengunjung yang datang kesini bisanya mencapai kurang lebih 150 orang per hari. Kalau akhir pekan biasanya lebih banyak lagi, sampai 500 orang per hari,” ungkap Jannah, Minggu (13/9/2020).

Untuk memanjakan para pengunjung, pasutri itu menyediakan beberapa spot untuk berswafoto. Selain menjadi tempat wisata alam, wisatawan yang berkunjung ke sana, Jannah, juga bisa membeli setiap bunga yang terpajang. “Harganya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai yang termahal Rp 2 juta,” bebernya.

Menurut Jannah, beberapa waktu lalu salah satu tanaman hias koleksinya berjenis Aglonema Moonlight terjual dengan harga Rp 5 juta. “Kami disini hanya menjual, itupun kalau ada yang mau membeli, kalau tidak ada ya sudah kita rawat sendiri. Begitupun dengan kontes, kami juga kurang tertarik,” ujarnya.

Selain menjadi kawasan wisata, kebun 123 itu juga berulang kali menjadi tujuan pelatihan para siswa hingga mahasiswa. Bahkan tidak jarang juga menjadi tujuan penelitian para akademisi. “Sampai sekarang, tempat ini biasa menjadi jujukan sejumlah PAUD di Kabupaten Malang untuk pembelajaran tanaman. Nanti, saya dan suami yang akan memberikan pelatihan. Tanpa bayar sepeser pun alias gratis,” tegasnya.

Ditanya terkait asal tanaman yang dikoleksinya, perempuan yang juga menjadi guru PAUD KB Dewi Asia itu mengungkapkan bahwa tidak semua tanaman hias koleksinya berasal dari Indonesia. Tapi ada juga impor dari luar negeri. Salah satunya seperti Anggrek Bulan yang dibeli dari negara Thailand. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar