Ekbis

Hoax Bisa Hancurkan Perusahaan

Surabaya (beritajatim.com) – Tersangka penyebar informasi bohong alias hoax di sosial media merugikan reputasi dan nama baik perusahaan asuransi nasional, yakni Axa Mandiri. Penyebaran berita bohong tentang layanan asuransi Axa Mandiri ini diyakini pihak perusahaan merugikan banyak nasabah mereka.

Menurut kuasa hukum AXA Mandiri, Jimmy Simanjuntak, tindakan salah seorang yang kini sudah berstatus tersangka itu menyebut asuransi yang bekerjasama dengan Bank Mandiri terdapat penurunan saldo investasi pada produk asuransi Unitlink. Dampaknya nasabah yang percaya menarik investasi mereka sebelum waktunya sehingga merugikan nasabah sendiri.

Jimmy menuturkan, tindakan yang dilakukan oleh tersangka sangat merugikan nama baik serta reputasi AXA Mandiri, sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa besar di Indonesia. Masyarakat diminta memahami, bahwa industri asuransi nasional dilindungi oleh UU dan diawasi secara ketat oleh OJK selaku regulator. Sangat mustahil jika perusahaan asuransi dengan sengaja menipu dan merugikan nasabahnya sendiri.

Menurutnya, nasabah wajib membaca dan memahami polis asuransinya, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, produk asuransi jiwa sebenarnya memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi nasabah. Sehingga, bukan termasuk instrumen investasi yang bersifat jangka pendek.

“Kami harap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapapun. AXA Mandiri akan menempuh upaya hukum kepada semua pelaku penyebar hoax, karena tidak hanya merugikan reputasi perusahaan tetapi juga merugikan dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Agar ulah berita hoax ini tak memakan banyak korban, manajemen perusahaan melalui kuasa hukum mereka pun sudah melaporkan pelaku hoax yang kini sudah dalam penanganan pihak kepolisian.

Jimmy menuturkan, tindakan yang dilakukan oleh tersangka sangat merugikan nama baik serta reputasi AXA Mandiri, sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa besar di Indonesia. Masyarakat diminta memahami, bahwa industri asuransi nasional dilindungi oleh UU dan diawasi secara ketat oleh OJK selaku regulator. Sangat mustahil jika perusahaan asuransi dengan sengaja menipu dan merugikan nasabahnya sendiri.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan bahwa pihaknya sangat serius dalam memproses secara hukum, pelaku tindak pidana penyebaran informasi bohong atau hoax di sosial media yang meresahkan masyarakat, termasuk proses penyidikan terhadap Bobs Sns.

Pasalnya, tindakan pelaku diduga telah melanggar Pasal 27 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang melarang penyebaran informasi dengan muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik di sosial media.

“Sekali lagi saya tegaskan, polisi tidak main-main dan sangat serius dalam menindak tegas penyebar hoax di sosial media, yang merugikan pihak tertentu, terlebih jika hal itu berpotensi mengganggu perekonomian nasional. Lebih baik segera hentikan postingan yang mendiskreditkan pihak lain tanpa bukti di sosmed, sebelum polisi bertindak,” jelas Yusri.

Sementara pelaku hoax sendiri, berinisial Bobs Sns, mengakui seluruh Tindakan pelanggaran hukum yang telah dilakukannya. Pelaku yang berhasil ditemui seusai diperiksa dan disidik Tim Cyber Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa, penyebaran hoax di sosial media, tentang AXA Mandiri yang telah menipu dan merugikan nasabah, dilakukan karena ingin mendapat keuntungan pribadi.

Selain itu, aksi kriminalnya tersebut dipicu karena sakit hati, setelah tidak diangkat menjadi team leader di perusahaan asuransi tersebut. [rea/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar