Ekbis

HKTI Jombang Imbau Petani Gunakan Pupuk Hayati

Ketua HKTI Jombang Budi Agustono memberikan sambutan di depan forum

Jombang (beritajatim.com) – Ketua DPK (Dewan Pimpinan Kabupaten) HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jombang Budi Agustono mengimbau agar petani menggunakan pupuk hayati dalam mengolah lahan. Pasalnya, dengan menggunakan pupuk tersebut tidak akan merusak unsur hara tanah.

“Kami berharap petani menggarap lahan secara ramah. Yakni dengan menggunakan pupuk hayati. Pupuk hayati sangat bagus dalam memelihara unsur hara tanah. Sudah begitu harganya juga terjangkau,” ujar Ketua HKTI Jombang, Sabtu (16/11/2019), di salah satu rumah makan di Jombang.

Selain para Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang ada di Jombang, forum tersebut juga dihadiri DPK HKTI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dinataranya, HKTI Ngawi, Madiun, Pacitan, Pasuruan, serta HKTI Situbondo. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Jombang.

Budi menjelaskan, salah satu pupuk hayati yang patutu digunakan oleh petani adalah Mycogrow, dari PT Agrofarm Nusa Raya. Pupuk tersebut, menurut Budi, berbasis jamur mikoriza dan cocok untuk semua jenis tanaman. Mulai padi, jagung, tebu, cabai, tembakau, serta tanaman lainnya. “Di bandingkan pupuk lainnya, harga Mycogrow cukup terjangkau, yakni Rp 40 ribu per kilogram,” kata Budi sembari menunjukkan pupuk yang dimaksud.

Dalam forum tersebut, HKTI menghadirkan secara langsung General Manager PT Agrofarm Nusa Raya, Rizal Akbar. Rizal kemudian mempresentasikan produk tersebut. Menurut Rizal, pihaknya sudah melakukan uji coba di beberapa wilayah di Jawa Timur menggunakan Mycrogrow. Semisal tanaman cabai di Banyuwangi.

Sebelumnya, petani di Banyuwangi tidak menggunakan pupuk tersebut. Nah, setelah dilakukan uji coba, petani cukup gembira karena ada peningkatan hasil panen. Tidak tanggung-tanggung, peningkatan hasil panen mencapai 25 persen. “Karena di Banyuwangi merupakan sentara tanaman cabai, makan kami lakukan uji coba di tanaman tersebut menggunakan mycrogrow. Hasilnya ada peningkatan hasil panen 25 persen,” kata Rizal.

General Manager PT Agrofarm Nusa Raya, Rizal Akbar saat mempresentasikan pupuk hayati

Di daerah lain, juga dilakukan uji coba untuk tanaman padi dan jagung. Lagi-lagi, hasil panen dari tanaman tersebut juga mengalami peningkatan. Sudah begitu, tanamannya juga sangat bagus. “Kalau padi peningkatan hasil panennya sebesar 20 persen. Sedangkan jagung ada peningkatan 25 persen. Semisal, jika biasanya per hektar menghasilkan 8 ton, semenjak menggunakan pupuk hayati Mycogrow meningkat ada tambahan 25 persen,” urainya.

Peningkatan itu bukan tanpa alasan. Menurut Rizal, pupuk dengan jamur mikoryza tersebut sanggup memperluas sistem perakaran dan meningkatkan serapan air serta nutrisi bagi tanaman terutama fosfor. Sehingga mengefisiensikan pemupukan. Selain itu, pupuk tersebut juga meningkatkan resistensi tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

“Yang terpenting lagi, Mycrogrow bisa memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah, sehingga dapat memperbaiki lahan marginal menjadi lahan produktif. Untuk mendapatkan pupuk tersebut bisa komunikasi dengan HKTI setempat,” ujar Rizal menegaskan. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar