Ekbis

Hipmi: Perusahaan Harus Ajak Bicara Pekerja

Jember (beritajatim.com) – Situasi pandemi Covid-19 membuat perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperkirakan perusahaan hanya bisa bertahan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja hingga Juli 2020.

Agusta Jaka Purwana, pembina Hipmi Jember, menyarankan agar perusahaan mengajak bicara serikat pekerja terkait situasi sulit ini. Ini sudah dilakukannya. “Saya mengajak ngobrol face to face dengan pekerja, bahwa kondisi perusahaan seperti ini. Kami sampaikan secara riil dan yang bisa kami lakukan seperti apa. Kami ngomong dari hati ke hati, karena keadaan saat ini sama sekali tak terduga,” kata katanya, Selasa (5/5/2020).

Perusahaan cerutu PT BIN Cigar dan eksportir tembakau Tarutama Nusantara belum melakukan pemutusan hubungan kerja. “Untuk karyawan kontrak, kami ubah ke (gaji) harian dan tidak tiap hari masuk. Kalau biasanya mereka tiap hari masuk dan menerima gaji bulanan. Kami juga panggil berdasarkan kebutuhan,” kata Agusta yang menjadi salah satu pemimpin di dua perusahaan itu.

Menurut Agusta, manajemen perusahaan berusaha agar para karyawan tetap digaji walau akhirnya tak bisa sesuai ketentuan upah minimum kabupaten. Semua dikomunikasikan dan disepakati dengan karyawan. “Dan untuk karyawan tetap, gaji tetap, tapi tidak ada tambahan lain-lain. Biasanya untuk karyawan tetap ada uang koordinasi, uang makan, uang bensin, tunjangan segala macam. Semua tidak ada. Hanya gaji murni,” katanya.

Bagaimana dengan tunjangan hari raya? “Menunggu kondisi perusahaan. Jadi kalau memang kami kuat, ya kami akan bayar. Kalau tidak kuat dan terpaksa hanya membayar separuh, ya kami bayar separuh. Atau kalau tetap kondisi seperti ini, ya terpaksa kami tidak bisa memberi THR,” kata Agusta.

Selain melakukan efisiensi di sektor gaji, Agusta mengatakan, pegawai tidak diwajibkan masuk kerja tiap hari untuk menghemat penggunaan listrik. “Jadi keluarga besar Tarutama Nusantara dan BIN hanya masuk seminggu tiga kali. Dari dua gudang penyimpanan, hanya tinggal satu gudang yang kami aktifkan. Tapi kami tetap beri motivasi ke teman-teman pekerja bahwa kita akan tetap bersama sampai semampu pihak direksi,” katanya.

Selama ini perusahaan juga sudah berusaha melindungi kesehatan pegawai dalam situasi wabah. “Selama ini kami juga menyemprot rumah pegawai dengan disinfektan. Ini salah satu bentuk perhatian kepada karyawan. Biasanya menjelang berakhirnya ramadan akan ada pembagian sembako,” kata Agusta. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar