Ekbis

Himperra Jatim Siap Bawa Investor Bangun Perumahan FLPP di Bangkalan

Surabaya (beritajatim.com) – Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jatim siap membawa investor untuk membangun proyek hunian yang masuk dalam Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Bangkalan.

Luas lahan yang disiapkan Pemkab Bangkalan mencapai 50 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Kwanyar, Kecamatan Kamal dan Kecamatan Labang. Target total unit rumah yang akan dibangun mencapai 4.000 unit.

“Saat ini, sudah ada 400 unit yang sudah dibangun. Bangkalan menjadi salah satu daerah yang potensial. Baik untuk berinvestasi maupun tempat tinggal. Sebab, lokasinya sangat dekat dengan Surabaya. Jembatan Tol Suramadu kini juga sudah tidak berbayar. Jadi, sangat mudah dan nyaman keluar masuk Bangkalan,” kata Ketua Himperra Jatim, Soepratno kepada wartawan usai Pembukaan Rakerda DPD Himperra Jatim di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (19/3/2020).

Menurut dia, syarat untuk mendapatkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) melalui skema FLPP atau rumah subsidi antara lain, Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia, berusia 21 tahun atau telah menikah, pasangan suami-istri, belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah.

Selain itu, penghasilan pokok tidak melebihi Rp 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak dan Rp 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun. Dan, memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku. “Soal keamanan di Bangkalan, Pak Bupati menjamin aman. Ini untuk menghilangkan stigma negatif terjadinya aksi kriminalitas di wilayahnya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin Imron (Ra Latif) menambahkan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin mendatangkan investasi di Bangkalan. Salah satu caranya, menjamin keamanan, menjamin kenyamanan dan mempermudah perizinan. “Soal keamanan, seperti adanya begal, Forkopimda sudah sepakat tembak mati pelaku. Dan belakangan kejahatan begal sudah berkurang. Kemarin ada tiga orang begal ditembak mati,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar