Ekbis

HGU Kahyangan Habis Tahun Depan, Ajukan Rp 5,8 Miliar

Jember (beritajatim.com) – Masa hak guna usaha (HGU) lahan Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berakhir pada 2020. Ada HGU empat kebun yang harus diperbarui segera.

“Kebun Sumber Pandan, Sumber Tenggulun, Gunungpasang, dan Kali Mrawan. Total luasnya sekitar tiga ribu sekian hektare,” kata Direktur Utama PD Perkebunan Kahyangan Hariyanto.

Manajemen PD Perkebunan Kahyangan sudah melangkah untuk mengajukan perpanjangan HGU. “Persyaratan-persyaratan batas-batas kebun sudah kami koordinasikan semua, sudah kami tetapkan dengan perhutani dan dengan pemerintah desa. Kami sudah ditinjau dari pusat dan sebagainya,” kata Hariyanto.

Proses perpanjangan sudah dimulai sejak setahun lalu. “Ini karena dua tahun sebelum HGU habis, sudah harus mulai mengajukan. Kami sudah ajukan dengan syarat yang ada, dan sudah ditindaklanjuti BPN (Badan Pertanahan Nasional) provinsi maupun pusat, meninjau ke lapangan, memverifikasi. Semua sudah siap, tinggal mengajukan saja di 2019 ini, termasuk dengan bayar HGU-nya yang cukup besar,” kata Hariyanto.

Nominal biaya perizinan HGU yang harus dibayarkan akan dirinci oleh BPN, termasuk pajak dan retribusi. “Pengalaman yang mereka sampaikan, Banyuwangi kemarin, perpanjangan HGU 25 tahun membutuhkan biaya Rp 1,5 miliar. Itu dengan luasan sekitar 1.500 hektare. Kami punya gambaran untuk mengajukan kepada pemerintah daerah,” kata Hariyanto.

PD Perkebunan Kahyangan tahun ini mengajukan anggaran penyertaan modal untuk pengembangan dan pendapatan usaha. “Salah satu yang akan kami lakukan adalah membayar HGU. Maka anggaran yang kami pakai untuk pengembangan usaha, kami pakai untuk bayar HGU. Nah itu minta ijol (tukar). Kami ajukan sekitar Rp 5,8 miliar pada Perubahan APBD 2019,” kata Hariyanto.

Selain untuk biaya HGU, anggaran tersebut juga untuk pengembangan seperti peremajaan. “Peremajaan biayanya cukup tinggi. Kami menunggu hasil sekitar enam tahun, baru yang kami tanam menghasilkan. Yang diremajakan karet. Tapi kami sudah menghitung-hitung dikaitkan layak tidaknya dengan harga dunia. Harga karet dunia semakin turun,” kata Hariyanto.

Kahyangan juga akan melakukan diversifikasi komoditas. “Kami tidak fanatik pada kopi dan karet. (Lahan tanam karet dan kopi akan) dikurangi, karena biaya cukup besar,” kata Hariyanto. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar