Ekbis

Hebat.!! Produksi di Banyuwangi, Reduktan Herbisida Merambah Asia

Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi ternyata memiliki produsen produk agrokimia milik PT Pandawa Agri Industri (PAI) yang lumayan bagus. Bahkan, diam-diam sudah mulai ekspor ke luar negeri, tepatnya ke negara Jiran, Malaysia.

Produknya yang kali ini menjadi rebutan yaitu, weed solut-ion sejenis cairan pengurang dosis obat-obatan kimia pertanian. Tak tanggung-tanggung ekpor perdana ke Perkebunan Felda, Malaysia ini mencapai 20 ribu liter. Bahkan, mereka telah kontrak untuk pemesanan sebanyak 100 ribu liter.

Paling membanggakan lagi, tenaga dan pemikirnya adalah anak-anak muda. Mereka semua lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pelepasan ekspor perdana dilakukan di pusat pabrik PAI di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat Banyuwangi.

Produk yang diekspor itu merupakan jenis campuran yang digunakan untuk mengurangi dosis herbisida namun masih memiliki efektivitas yang sama dengan dosis tunggal. Produk inovatif ini menjadi bukti bahwa inovasi bisa melahirkan banyak peluang bisnis prospektif.

“Kami sangat gembira dengan adanya produk ini, apalagi berhasil diekspor hingga manca negara. Saya akan meminta Dinas Pertanian untuk bisa berkolaborasi untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di Banyuwangi,”

“ini akan sejalan dengan program kami, dimana kami telah memberikan bantuan pengunaan pupuk organik sebanyak 800 liter di tiap desa,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (17/3/2021).

Sementara itu, CEO dan Founder PT Pandawa Agri Industri Kukuh Roxa Putra mengatakan, total pesanan dari Malaysia tersebut pada tahun 2021 ini mencapai 100 ribu liter. Meskipun, sempat terkendala akibat Pandemi Covid-19, namun kerjasama dapat terlaksana tahun ini.

“Sebenarnya pesanan sejak tahun lalu, namun karena pandemi sempat molor. Alhamdulillah, awal tahun ini dilanjutkan. Perusahaan sawit Felda tersebut sudah menganggarkan pembelian sebanyak 100 ribu liter selama tahun 2021. Pada ekspor perdana ini, kami kirim sebanyak 20 ribu liter dulu,” kata Kukuh.

Seorang petugas memperagakan cara penggunaan dosis reduktan herbisida buatan PT. Pandawa Agri Indonesia. (rindi)

Kukuh optimistis mengembangkan produk ini, mengingat saat ini hampir seluruh negara di dunia berkomitmen mengembangkan pertanian hijau dan berkelanjutan yang mengarah pada pengurangan penggunaan obat-obatan kimia.

“Kami yakin, bahwa produk ini akan mendapat pasar yang luas. Sejauh yang kami ketahui, produk kami satu-satunya di dunia karena kami sudah mematenkan produk ini hingga level Asia,” ujarnya.

Saat ini, kata Kukuh, kapasitas produksinya mencapai 1,5 juta liter per tahunnya. Sementara total pesanan produknya untuk tahun ini mencapai 1 juta liter. Yakni, 900 ribu liter untuk memasok pesanan perusahaan perkebunan nasional, dan sisanya pesanan ekspor dari Malaysia.

“Memang sebelum merambah pasar mancanegara, kami telah memasok reduktan herbisida kami ke sejumlah perusahaan perkebunan besar nasional di luar Jawa,” kata Kukuh.

Menurut lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut, produk Weed Solution memiliki banyak keunggulan. Selain ramah lingkungan karena mampu mengurangi penggunaan herbisida hingga 50 persen, produk ini harganya cukup terjangkau oleh petani.

“Produk ini ramah lingkungan karena tidak mengandung racun. Komponennya juga sangat mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan. Serta sudah mendapat persetujuan dari MSPO, ISPO, RSPO, dan FSC untuk menurunkan dosis herbisida dan aspek lingkungan. Selain itu, green product kami tidak mahal. Dengan memakai ini, bisa berhemat hingga 30 persen,” jelasnya. .

Kukuh juga menjelaskan alasannya mengapa mendirikan pabrik ini di Banyuwangi. “Karena semua bahan baku produk ini ada di Banyuwangi. Biodiversity Banyuwangi sangat berlimpah, dan di sini memungkinkan pengembangan pertanian berkelanjutan,” pungkas Kukuh.

Untuk diketahui, PT Pandawa Agri Industri merupakan perusahaan agrokimia pertama di Indonesia asal Banyuwangi yang saat ini menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pereduksi (reduktan) pestisida. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar