Ekbis

Pada Petikan Kelima

Harga Tembakau Rajangan di Bojonegoro Mulai Naik

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebagian petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro sudah mulai masuk petikan daun kelima. Atau daun tembakau yang dipetik sudah dibagian tengah batang. Di petikan kelima ini harga tembakau rajangan maupun daun mengalami peningkatan yang lebih baik.

“Saat petikan pertama hingga ketiga, harga tembakau biasanya memang rendah. Karena kualitasnya juga tidak bagus. Tapi kalau sudah masuk petikan keempat sampai lima ini mulai bagus,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, Selasa (22/9/2020).

Helmy mengatakan, untuk harga tembakau sendiri tidak bisa dihitung secara rata-rata. Karena, banyak faktor yang mempengaruhi. Seperti misalnya jenis tembakau itu sendiri, karakter tanah dan perawatan, serta daun petikan keberapa. “Di Bojonegoro sendiri juga banyak jenisnya dan karakter tanah yang berbeda-beda,” terangnya.

Dia mencontohkan, petani tembakau yang sudah melakukan kemitraan dengan PT Sadhana, itu menanam tembakau jenis RAM. Untuk tembakau jenis RAM, harganya bisa mencapai Rp27 ribu jika kualitasnya bagus.

Sedangkan, dari laporan yang dia terima, sebagian besar petani yang ada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru menanam jenis tembakau yang berbeda. Sebagian besar petani di wilayah setempat menanam tembakau jenis Virginia.

Pada petikan pertama, harganya Rp9 ribu sampai Rp14 ribu itu karena daun bawah. Sedangkan tembakau yang bagus atau daun tengahan, dalam minggu ini harganya sudah Rp22 ribu.

Di wilayah lain, seperti di Kecamatan Kedungadem, ada petani tembakau yang menanam jenis Tembakau Jawa. Tembakau Jawa ini biasanya untuk kebutuhan jual daun kering atau dioven. Tetapi juga ada yang dirajang. Harga tembakau rajangan virginia sekitar Rp27 ribu. Sedangkan daun basah seribu sampai 1,5 ribu per kilogram.

“Penjualan tembakau juga banyak jenisnya, ada yang daun segar, ada yang diasap (oven) dan ada yang rajangan. Itu pu harganya juga berbeda-beda,” terangnya.

Petani yang sudah berkemitraan dengan perusahaan tembakau harapannya, daun tembakau yang sudah dipanen bisa dibeli. Meskipun denga harga yang rendah. “Kalau dibeli dengan harga rendah itu karena kualitasnya tidak bagus. Sedangkan pabrikan itu sudah punya great sendiri,” pungkasnya. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar